Breaking News

DKP Aceh Jaya jangan Main Mata Dengan Pengusaha Lobster

DKP Aceh Jaya jangan Main Mata Dengan Pengusaha Lobster
Musliadi Usman

Calang, BERITAMERDEKA.net- Giat usaha nelayan untuk penangkapan benih lobster di Aceh Jaya mulai dapat perhatian dari banyak pengusaha exsport nasional.

Dimana dalam beberapa bulan ini sudah ada sejumlah perusahaan yang telah melakukan restocking lobster di Kabupaten Aceh Jaya.

Musliadi Usman Pemerhati usaha exsport di Aceh Jaya sekaligus pelaku usaha mengungkapkan, ia sangat berharap pihak dinas terkait khususnya DKP Aceh Jaya memanfaatkan peluang ini untuk memajukan daerah. Bukan menjadikan peluang menggunakan kode "jangkrik" di setiap pengusaha yang hadir.

Menurutnya dari hasil dilakukan pengkajian dilapangan, ia menemukan adanya perusahaan mendapatkan data nelayan dan izin tangkap tanpa mengajukan permohonan dari tingkat bawah.

Jika seperti ini benar terjadi menandakan adanya "Jual Beli" data oleh pihak tertentu kepada pihak perusahaan yang akan melakukan investasi penangkapan benih lobster di Aceh Jaya.

Apalagi data yang peroleh oleh perusahaan mitra dinas ini sudah teregistrasi 4 bulan yang lalu di perusahaan lain. Namun beralih ke perusahaan baru dan mengajukan permohonan izin minggu ini.

" Bagaimana bisa izin tangkap lebih dulu diperoleh baru kemudian mendaftarkan diri sebagai pelaku usaha lobster. Ada apa sebenarnya dengan DKP Aceh Jaya," ungkap Musliadi Usman, Senin 2/11/2020.

Ia menyampaikan, atas kejadian tersebut jangan sampai terkesan dinas terkait tidak paham terhadap aturan dan permen KKP yang dibuat oleh mereka sendiri.

Dan ini patut dipertanyakan jika pengusaha lobster yang mencuri data perusahaan lain itu bisa menggarap hasil alam Aceh Jaya.

" Bagaimana bisa sebuah perusahaan mendapatkan nomor registrasi dan beralih data ke pengusaha lobster lain," katanya.

Dan kejadian ini tidak lazim, jadi DKP tidak serta merta menerima hanya karena ditawarkan keuntungan pribadi untuk pejabat setempat.

Maka, untuk menghindari dan menjaga kepercayaan pengusaha kepada intansi tersebut diharapkan dinas DKP Aceh Jaya untuk transparan dalam memberikan izin dan menverifikasi kepada para pelaku usaha benih lobster di Aceh Jaya.

" DKP Aceh Jaya harus menjadi fasilitator yg bersih dengan syarat yang telah ditetapkan dalam permen KKP yang berlaku. Tidak main mata dengan pengusaha pencuri data. Jangan ada ' jangkrik' dalam pelayanan," Pinta Musliadi Usman.

Lanjut Musliadi Usman, jika di lapangan adanya nelayan itu tidak senang dengan salah satu pengusaha lobster biarkan mereka yang memutuskan dengan siapa kedepan akan melakukan kerja sama tentang penangkapan benih lobster.

Dan ini akan aneh jadinya, jika dinas selaku fasilitator malah menjadi pelaku provokasi dan pilih pilih mana yg menguntungkan pribadi dinas kesitu yang diarahkan untuk tunduk pada salah satu perusahaan.

" Sangat diharapkan DKP Jangan asal terima permohonan dengan data gelap/ data curian dari perusahaan lain. Apalagi data tersebut terbukti masih berada dalam ikatan kontrak perusahaan lain," terang Musliadi Usman.

Oleh sebab itu, sebagai pemerhati ekspor Aceh Jaya turut prihatin atas kejadian ini, jangan hadirnya pengusaha baru merugikan pengusaha lain yang telah lebih dulu investasi di Aceh Jaya.

" Kalau seperti ini jangan harap kedepan para pelaku usaha percaya terhadap pemerintah kita," pintanya.

Untuk itu, kepada Bupati Aceh Jaya harap memantau para pejabat yang seperti ini, jangan berikan jabatan kepada mereka yang ingin memperkaya diri sendiri karena selain akan merugikan para pengusaha lainnya akan merusak citra bupati kedepannya dan hilang kepercayaan terhadap pemerintah Aceh Jaya.

" Saya berharap  bupati bisa memantau para pejabat seperti ini yang bisa merugikan daerah, apalagi masyarakat terutama para nelayan di Aceh Jaya,"cetus Musliadi Usman. |musliadi|

Sponsored:
Loading...
Loading...