Breaking News

Dilaporkan ke Propam, Oknum Polisi Pukul Warga Kurang Waras

Dilaporkan ke Propam, Oknum Polisi Pukul Warga Kurang Waras
YARA Lapor ke Propam

Langsa, BERITAMERDEKA.net -
Terkait pemukulan terhadap Ramlan (65) warga Gampong Bagok Panah Sa, Kecamatan Nurussalam, Kepala Kepolisian Resor Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro,S.I.K,M.H menegaskan tidak akan mentolelir tindakan anggotanya yang menyimpang dari disiplin dan etika Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Sebelumnya, pihak keluarga bersama YARA Aceh Timur, melaporkan kedua oknum polisi tersebut ke Propam. Mereka tak terima atas pemukulan itu.

Kapolres melalui Humas Polres Aceh Timur via pesan WhatsApp menjelaskan sekira pukul 00.25 WIB dini hari, Minggu 24 Mei 2020 dijelaskan, menyikapi pasca beredarnya video dugaan penganiayaan yang dilakukan dua oknum anggota Polsek Nurussalam, Sabtu, 23 Mei 2020 sekira pukul 15.30 wib

Kapolres menyebutkan kejadian bermula saat Brigadir R bersama Brigadir E sedang melaksanakan tugas Kepolisian, terkait himbauan kepada warga untuk tidak mudik, sekaligus melakukan pemasangan spanduk tidak mudik di wilayah Gampong Bagok Sa, Kecamatan Nurussalam Kabupaten Aceh Timur

Dikatakan, disaat petugas melalukan sosialisasi yang sekaligus pemasangan spanduk, tiba-tiba ada seorang warga yang bernama Ramlan (mengalami gangguan jiwa ) membentak sambil memarahi pihak Brigadir R dan Brigadir E dengan berkata “Mana duit saya dan tekenan, nanti saya pukul tidak takut kamu polisi".

Setelah itu kedua anggota Polsek Nurussalam tersebut menghindar, namun dengan tiba tiba Ramlan menarik kerah baju Brigadir E dan hendak memukulnya.

Melihat kejadian itu spontan Brigadir R menyerang Ramlan dan terjadilah pergumulan yang mengkibatkan beberapa luka pada tubuh Ramlan.

Tindakan yang demikian secara tegas tidak dibenarkan oleh Kapolres bahkan atas tindakan yang dilakukan oleh kedua oknum tersebut, Kapolres berjanji akan menindak sesuai dengan undang undang disipilin.

Bahkan, Kapolres maupun Kapolsek Nurussalam akan membantu pengobatan Ramlan sampai sembuh, juga akan memberikan bantuan kepada Ramlan.

Sementara itu, sebuah rekaman video berdurasi sekitar 20 detik, mendadak viral di laman media sosial Facebook dan WhatsApp, Sabtu, 23 Mei 2020.

Dalam rekaman video tersebut terlihat dua oknum anggota kepolisian, memukuli seorang pria yang disebut-sebut mengalami gangguan kejiwaan.

Awalnya, pria tersebut terlihat sedang memegangi sebuah spanduk, yang diduga hendak dipasang oleh kedua oknum polisi tersebut.

Tiba-tiba saja, salah satu oknum polisi tersebut menghujani bogem mentah hingga pria tersebut tersungkur ke tanah. Rekannya kemudian ikut menendang pria itu.

Kejadian yang belum diketahui secara pasti kronologisnya itu disebut-sebut terjadi di Desa Bagok Sa, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh.

Dari foto-foto yang beredar dan diterima korban terlihat mengalami luka robek pada bagian kening dan mengalami lecet di bagian bawah matanya.

Sementara itu, kasus pemukulan ini ternyata langsung dilaporkan oleh keluarga korban dengan didampingi Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) ke Mapolres Aceh Timur.

“Benar, saat ini kita sedang membuat laporan di Mapolres Aceh Timur. Korban atas nama Ramlan (65), mengalami gangguan jiwa,” kata Koordinator YARA, Basri dalam sambungan telepon kepada awak media, Sabtu 23 Mei 2020. | syafrul |

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...