Breaking News

Densus 88 Tangkap Penjual Senjata Imam Muda di Syiah Kuala Banda Aceh

Densus 88 Tangkap Penjual Senjata Imam Muda di Syiah Kuala Banda Aceh
Ilustrasi

Jakarta, BERITAMERDEKA.net - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri telah mengamankan pria bernama Muchsin Kamal alias Imam Muda, yang menjual senjata airgun kepada tersangka teror di Mabes Polri, Zakiah Aini.

Menurut keterangan yang disampaikan oleh Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono, saat ini Muchsin akan dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"ZA membeli airgun kepada Muchsin Kamal secara online. Rencana, tersangka akan tiba di Jakarta pada sore ini," ujarnya, sebagaimana dikutip Pikiranrakyat-Depok.com dari PMJ News.

Lebih lanjut, Argo Yuwono mengatakan, tim Densus 88 menangkap penjual senjata tersebut di Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Pria berusia 28 tahun itu ditangkap pada Kamis, 1 April 2021 di Syiah Kuala, Banda Aceh, NAD.
"Pada hari Kamis (1 April 2021, tim Densus 88 menangkap Muchsin Kamal di Syiah Kuala, Banda Aceh-NAD," tutur Argo Yuwono menambahkan.

Diberitakan sebelumnya, Mabes Polri diserang oleh seorang wanita yang kemudian diidentifikasi bernama Zakiah Aini, pada Rabu, 31 Maret 2021.
Wanita tersebut berhasil mengelabui petugas yang tengah berjaga dan masuk ke Mabes Polri.

PMJ News
Dalam rekaman cctv yang beredar di media sosial, Zakiah Aini terlihat berjalan mendekati pos penjagaan Mabes Polri dan menodongkan senjata airgun kepada petugas polisi yang tengah berjaga di pos tersebut.

Merasa terancam keselamatannya, polisi lantas melepaskan tembakan ke arah Zakiah Aini, yang kemudian tewas di tempat.

Sebelumnya, Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono, mengatakan bahwa pihaknya masih terus mendalami asal usul senjata yang digunakan oleh tersangka teror Zakiah Aini.
"Masih didalami ya masalah senjatanya," katanya menjelaskan.

Sementara itu, hingga saat ini tim Densus 88 telah mengamankan 32 orang terduga teroris usai insiden teror bom di Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu, 28 Maret 2021 lalu.
Menurut keterangan Rusdi Hartono, para terduga teroris ini terlibat dalam jaringan kajian Villa Mutiara yang diduga berhubungan langsung dengan terduga teroris di Gereja Katedral, yakni YSF dan L.
"Sampai siang ini, sudah diamankan sekitar 18 orang yang terlibat dalam aksi bom bunuh diri di Makassar, khususnya, mereka ini masuk dalam kelompok Villa Mutiara," tuturnya.

Dari 18 orang yang diamankan ini, kata Rusdi Hartono melanjutkan, salah satunya adalah pembuat bom yang digunakan dalam aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar.

"Dari 18 yang diamankan, salah satu pembuat bomnya saudara W. Tentunya kasus ini terus diusut oleh Densus 88 dan pihak kepolisian agar kelompok Villa Mutiara ini benar-benar tuntas," ujarnya.(*)

Iklan BM Bank Aceh
Sponsored:
Loading...
Iklan BM DPRA
Sponsored:
Loading...