Breaking News

Demi Bayar Hutang, Seorang Anak di Bawah Umur Korban Rudapaksa

Demi Bayar Hutang, Seorang Anak di Bawah Umur Korban Rudapaksa
Konferensi pers mengungkap kasus rudapaksa terhadap anak di bawah umur di Mapolres Langsa. (Beritamerdeka.net/Syafrul)

Langsa, BERITAMERDEKA.net - Akibat tidak mampu membayar hutang, seorang anak perempuan di bawah umur menjadi korban rudapaksa. Sedangkan, sembilan orang pelaku kini telah  di tangkap polisi, satu diantaranya melarikan diri alias DPO.

Kapolres Langsa, AKBP Agung Kanigoro Nusantoro, SIK. SH. MH., melalui Kasat Reskrim Iptu Arief Sukmo Wibowo, SIK., dalam konferensi pers di Mapolres Langsa, Rabu (31/03/2021), menyampaikan kronologis kejadian.

Kasat Reskrim menyebutkan, diduga pelaku yang berinisial MRA, MS, MOS, MVP, MRE, NS, MH, MKA, MN. Kejadian tersebut sekira pukul 20.30 WIB, Selasa, (16/03/2021) di sebuah rumah kosong di Kecamatan Langsa Kota.

Bermula ketika MRA membawa korban ke sebuah rumah kosong di sebuah gampong di Kecamatan Langsa Kota. Sementara dua pelaku lainnya, yakni MS dan BK sudah menunggu di dalam rumah. Disusul pelaku MRE, MVP, MOS, MKA, NS, MH, MNH. Setibanya korban di rumah kosong, ia dirudapaksa secara bergiliran.

Atas kejadian tersebut Sat Reskrim Polres Langsa beserta personilnya mengumpulkan bahan keterangan dan menemukan dua alat/barang bukti yang cukup untuk dilakukan upaya penangkapan.

Barang bukti yang diamankan polisi berupa,  enam unit handphone berbagai merk kepunyaan pelaku. Dan lima unit sepeda motor berbagai merk yang dikendarain pelaku.

Selanjutnya, satu buah kain sarung berwarna coklat muda dan coklat tua dengan motif garis-garis berwarna putih, satu buah jilbab segi empat polos berwarna merah maroon, satu buah baju lengan panjang berwarna merah maroon.

Kemudian BB lainnya, satu buah celana panjang lea berbahan karet warna biru muda, satu buah celana dalam polos berwana merah maroon, dan satu buah bra berwarna merah muda polos.

Disebutkannya, kepada pelaku bakal kena ancaman hukuman pasal 50 yang diancam dengan penjara/kurungan paling singkat 150 (seratus lima puluh) bulan dan paling lama 200 (dua ratus) bulan dan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan Pidana Anak dengan pengurangan 1/3 hukuman dari ancaman orang dewasa. | syafrul |

Editor:
Iklan BM Bank Aceh
Sponsored:
Loading...
Iklan BM DPRA
Sponsored:
Loading...