Breaking News

Hingga Temui Ajal Bela Ibunya Digagahi Residivis

Dek Rangga, Pahlawan Cilik Dari Alue Gadeng

Dek Rangga, Pahlawan Cilik Dari Alue Gadeng
Almarhum Rangga

BERITAMERDEKA.net - Masih ingatkah kita, peristiwa berdarah di Desa Alue Gadeng, Bireum Bayen Aceh Timur. Peristiwa pembunuhan dan pemerkosaan oleh seorang residivis, gegerkan jagat raya.

Seorang wanita yang sedang hamil muda digagahi seorang pria S (40), ditengah malam buta dengan menyelinap ke dalam rumah gubuknya.

Kala itu, wanita DN (28) hanya berdua dengan anaknya Rangga (9), sedangkan suaminya sedang ke laut mencari ikan. DN digagahi hingga tiga kali dan diseret ke hutan. Sementara Rangga dibunuh dengan pedang oleh S, ketika membela ibunya dari nafsu bejat residivis tersebut.

Simpati atas sikap kesatria Dek Rangga pun, membuat puluhan ribu warganet di Indonesia angkat bicara lewat dunia maya.

Pahlawan cilik, itulah yang disematkan warganet Indonesia untuk sosok Dek Rangga. Luar biasa bocah itu menjaga kehormatan ibunya.

Rangga, bocah sembilan tahun yang tewas bersimbah darah karena membela ibunya, Dn (28), saat hendak diperkosa oleh seorang residivis.

Rasa cintanya kepada sang ibu membuatnya terus membela, hingga nyawa pun tak mampu bertahan dan akhirnya ia tewas dengan tebasan pedang tajam yang dilayangkan kepadanya berkali-kali.

Pembunuhan dan pemerkosaan itu terjadi pada Sabtu (10/10/2020) pukul 02.00 WIB di rumah korban yang jauh permukiman dan sepi itu di Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur.

Di rumah gubuk reot, berukuran kecil diujung areal persawahan dan pohon sawit, nyawa Rangga dihabisi dengan cara tragis oleh mantan napi, Samsul Bahri (36).
Menjelang subuh, saat itu, pelaku dalam keadaan nafsu birahi masuk ke rumah DN lalu sekejap ia mencoba gagahinya.

Ibu muda itu berontak, Rangga yang subuh itu tidur di samping ibunya kaget setelah dibangunkan ibunya, seketika Rangga mencoba menolong ibunya dari sentuhan penjahat kelamin tersebut.

Saat kejadian, ayah Rangga diketahui tidak berada di rumah lantaran pergi melaut untuk mencari nafkah.
Dengan sekuat tenaga, keduanya terus membela diri.

Namun, Rangga yang masih kecil dan tak kuat melawan akhirnya tewas ditangan pria durjana tersebut. Sedang ibunya, menjadi korban pemerkosaan.

Rangga yang diperkirakan masih memiliki masa depan yang sangat panjang, namun ia menjadi korban saat mencoba melindungi ibunya dari perilaku bejat seorang residivis yang mendapat kebebasan dari program asimilasi Covid-19 dari pemerintah.

Setelah ditebas sebilah pedang, nyawa Rangga yang masih bergerak-gerak dimasukkan ke dalam sebuah goni.
Tubuhnya langsung dibawa pelaku ke sungai yang tak jauh dari rumahnya.

Jasad Rangga yang telah ditemukan oleh pihak kepolisian. (Twitter @bkBangKirman)
Jiwa Rangga yang tak berdosa pun turut tenggelam bersamaan dengan hembusan napas untuk terakhir kalinya.

Hingga kini, ucapan belasungkawa terus mengalir di media sosial untuk sosok 'Dek Rangga', si pemberani yang kini nyawanya telah tiada.

Sejak kejadian itu, hingga Kamis (15/10/2020) nama 'Rangga' menjadi tranding topik Twitter Indonesia.

Dengan cuitan 14 ribu tweet, warganet mengirimkan doa kepada sosok Rangga yang telah terlebih dahulu menghadap sang Ilahi.
Kejadian ini pun sempat membuat gempar, sebuah horor yang membuat warganet kian terpukul.

Ratusan ribu doa telah mengiringi kepergian sosok 'Dek Rangga'. Warganet pun menyebut jika Rangga merupakan sosok 'Pahlawan Cilik' untuk Ibunya.

"Syurga menantimu, Nak Rangga (pahlawan cilik, pengawal ibu itu telah pergi dengan kondisi memilukan).Dr rmh gubuk reot, berukuran kecil di ujung areal persawahan dan pohon sawit, Gampong Alue Gadeng, Kec Birem Bayeun, Aceh Timur , gempar. Sebuah horor yg membuat kita terpukul," tulis @mohansidenk.
"Buat Rangga, selamat jalan anak baik, doakan ibumu terus ya nak dari sana," ungkap @alfathizee dengan emoji menangis kencang.

"Innalillahiwainnailaihirojiun sakit hati bgt aku bacanya. Bisa-bisanya aku berbagi oksigen sama orang modelan begitu. Semoga Allah menempatkan Rangga di tempat yg terbaik di sisi-Nya. Dan semoga pelaku mendapatkan balasan yngg setimpal dengan segala perbuatannya.

Aamiin," tulis @aysier_.
"Mewek gua baca perjuangan Rangga melawan pelaku yg hendak memperkosa ibunya.Gak peduli dgn pelaku yg badanya lebih besar dri dia yg dia tau ibunya dalam bahaya dia harus menolongnya," tulis @Irtus_lado.
Hingga pagi ini pukul 10:37 WIB, nama Rangga masih menghiasi trending topik Twitter dengan 14,4 ribu tweet.

Kronologi Peristiwa

Kasat Reskrim Polres Langsa, Iptu Arief S Wibowo, dalam konfrensi pers, Selasa (13/10/2020), juga menyampaikan tentang kronologis kasus pembunuhan yang dilakukan Samsul Bahri terhadap Rangga dan pemerkosaan yang dilakukan terhadap ibu Rangga, DN.
Arief mengatakan, pembunuhan dan pemerkosaan itu terjadi pada Sabtu (10/10/2020) pukul 02.00 WIB di rumah korban, Kecamatan Birem Bayeun.

Samsul Bahri masuk ke rumah korban melalui pintu depan dengan mencongkel kunci kayu menggunakan parang.
Setelah pintu terbuka, Samsul melihat korban yang sedang tidur bersama anaknya.

“Pelaku langsung datang menghampiri dan meraba-raba tubuh korban (Dn). Korban terbangun dan melihat pelaku sudah tanpa pakaian dan memegang senjata tajam berupa parang,” ujar Arief.
DN spontan langsung membangunkan anaknya Rangga agar lari menyelamatkan diri.

Begitu terbangun, Rangga melihat pelaku dan langsung berteriak. Seketika itu pula Samsul Bahri membacok Rangga di bagian pundak sebelah kanan.
Samsul Bahri lantas mendorong tubuh DN dan kembali menebaskan parangnya ke bagian leher Rangga, dilanjutkan dengan menusuk pundak sebelah kiri dan bagian dada masing-masing sebanyak satu kali.

“Setelah itu, pelaku menyeret korban DN keluar dari rumah dan mencoba memperkosa korban,” imbuh Kasat Reskrim.

Karena melawan, Samsul Bahri kemudian mencekik leher dan membenturkan kepala DN ke rabat beton jalan yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah korban.

Samsul kemudian memperkosa korban dan setelahnya DN mengalami pingsan.
Saat tersadar, DN sudah berada ke perkebunan kelapa sawit yang berjarak 10 meter dari jalan.

Pelaku kembali memperkosa korban untuk kedua kalinya.
“Setelah itu, sambil mengikat tangan korban menggunakan kain, pelaku mengatakan kepada korban DN, ‘Kau ikut aku ya, anak kau kita buang aja ya’. Korban menjawab ‘Jangan, biar bapaknya aja yang kubur’,” ujar Iptu Arief.

Setelah itu, Samsul Bahri kembali ke rumah korban dan membawa karung yang berisikan tubuh Rangga ke arah sungai.

Pelaku kembali lagi ke rumah dan membawa karung yang bergerak-gerak dan meletakkannya sekitar 3-5 meter dari DN.

Menurut keterangan Kasat Reskrim, Samsul saat itu terlihat seperti sedang mengorek-ngorek tanah.
Dia kemudian mengambil karung yang bergerak-gerak dan selanjutnya berjalan ke arah sungai selama kurang lebih 30 menit.

Melihat kesempatan itu, DN berusaha melepaskan ikatan di tangannya dan tepat saat azan Subuh berkumandang, Dn berhasil melepaskan ikatan dan langsung berlari ke rumah warga untuk meminta pertolongan.

Berdasarkan keterangan Kasat Reskrim, saat itu Samsul Bahri sempat tiga kali melakukan pemerkosaan terhadap DN

Dari Iptu Arief pula diketahui bahwa DN ternyata sedang dalam kondisi hamil muda, dengan usia kandungan sekitar 2-3 bulan.

Ketakutan dan membuat warga Alue Gadeng makin ciut dengan peristiwa tersebut. Samsul merupakan residivis asimilasi covid 19. Sebelumnya ia juga telah membunuh dua warga di Riau.

DN sendiri masih trauma dengan apa yang telah menimpa dirinya. Kendati ia sudah membaik dan dibolehkan pulang ke rumah. Namun ia masih trauma berat. Takut dan peristiwa subuh berdarah masih terngiang olehnya. (* / berbagai sumber). 

Sponsored:
Loading...