Breaking News

Darurat Pandemi Narkoba

Darurat Pandemi Narkoba

Oleh : Subhan Tomi

SAAT ini Indonesia dan dunia tengah berjuang melawan Pandemi covid 19 yang mempangaruhi semua tatanan kehidupan manusia, tidak membuat para bandar, kurir serta pemakai narkoba secara otomatis berhenti didalam peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba yang berakibat merusak generasi bangsa.

Terlihat dari banyaknya penindakan dan pemberantasan baik bagi bandar, kurir, pengguna hampir tiap harinya.

Pada saat ini Indonesia dalam status darurat narkoba yang sudah mengakar di sendi kehidupan masyarakat Indonesia.

Data dari BNN paling tidak ada 40 - 50 kematian tiap harinya akibat penyalahgunaan narkoba dengan kalkulasi ada 18.000 kematian tiap tahunnya di Indonesia karena penyalahgunaan narkoba membuat Indonesia darurat narkoba dan mendorong pemerintah melakukan inovasi seperti P4GN yang tertuang di Inpres No 2 Tahun 2020, seharusnya segera di tindak lanjuti dengan secara serius.

Berdasarkan survei BNN dan Universitas Indonesia pada 2019, Aceh masuk peringkat enam dengan indeks dua persen lebih dari penduduk yang terlibat penyalahgunaan narkoba," kata Kepala Badan Narkorika Nasional (BNN) Provinsi Aceh Brigjen Pol Heru Pranoto melansir Antara, Selasa (28/7/2020).

Pemerintah penegak hukum serta wadah-wadah penggiat anti Narkotika di Aceh apalagi di masa Pandemi covid 19 yang sedang menuju puncaknya di Aceh.

Juga tidak membuat para bandar, kurir dan pengguna tidak khawatir dibuktikan hampir tiap hari, minggu dan bulan ada kasus kasus yang tertangkap tangan hampir di 23 Kab/kota di Aceh.

Menurut data dari BNNP Aceh ada 73.000 masyarakat Aceh terpapar penyalahgunaan narkoba bahkan itu meningkat di saat masa Pandemi dengan berbagai macam modus.

Provinsi Aceh dengan kearifan lokal didalam tidak membuat takut, jera bagi bandar, kurir dan pengguna narkoba semakin merajalela.

Upaya-upaya dalam pencegahan telah dilakukan dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMA perguruan Tinggi, dayah dan Instansi pemerintah serta swasta tentang bahaya latian penyalahgunaan narkoba tersebut.

Kajian yang melibatkan seluruh Komponen Pemerintah, Instansi Hukum, wadah penggiat anti Narkotika, ulama, tokoh masyarakat lintas agama dan budaya, wadah kepemudaan baik dalam dampak hukum agama, negara itu sendiri, efek samping dari kesehatan, pendidikan dini anak usia sekolah serta peran pusat rehabilitasi.

Yang tentunya berdampak secara komprehensif sosial, ekonomi dampak hukum, secara pribadi, keluarga, kelompok dan masyarakat telah di rumuskan oleh pemerintah terutama di Aceh yang bermartabat.

Ironi memang mereka-mereka yang bertindak selaku bandar, kurir dan pengguna telah mengetahui tentang bahaya penyalahgunaan narkoba itu sendiri yang merusak generasi penerus bangsa.

Bangsa yang kuat sangat ditunjang dengan adanya sumber daya manusia yang sehat jasmani dan rohani. Maka dari itu perlu dibangun sejak dini dengan bekal iman dan ilmu.

Sudah saatnya kita bersatu lebur perbedaan lawan narkoba satu hati Pancasila demi mewujudkan generasi bangsa bebas narkoba.

Penulis Adalah : Pegiat Anti Narkoba dan Pengurus DPD KNPI Aceh Singkil

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...