Breaking News

Dari Gubernur GAM Hingga Turun jadi Wakil Bupati

Dari Gubernur GAM Hingga Turun jadi Wakil Bupati

LELAKI berbadan kekar itu dengan santai dan lugas menjawab wartawan yang sedang berada di dekatnya. Dailami, baru saja terpilih sebagai Wakil Bupati Bener Meriah.

Ternyata, wakil bupati terpilih merupakan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka. "Saya orang Kenawat yang selalu identik dengan pemberontak," kata Dailami mengawali bincangnya dengan wartawan beritamerdeka.net, pasca prosesi pemilihan, Kamis 14 Januari 2021.

Dalam pertemuan singkat, Dailami menceritakan awal mula dirinya berkarier hingga dititik pencapaiannya saat ini. Dalam kesempatan itu Dailami mengatakan dirinya pernah menjadi GAM, ikut berjuang bersama pejuang GAM lainnya. Ia sendiri pernah menjabat sebagai Gubernur GAM wilayah Bener Meriah.

Lalu tahun 2001, Dailami mengatakan mengalami jeda kemanusian. Enam bulan saat berlangsung darurat militer, ia tertembak di bagian dada sebelah kanan, sambil menunjuk bagian tubuhnya yang tertembak saat itu.

Bukan hanya dia, perempuan yang paling berarti dalam hidupnya, istrinya pun tertembak dari perut bagian depan hingga tembus punggung bagian belakang. "Kuasa Allah sampai sekarang masih hidup," cerita Dailami sambil menghela nafasnya.

Dailami saat setelah mengalami tembakan. Kejadiannya di wilayah Jeunib Bireuen. Setelah peristiwa tertembaknya, dengan sendirinya ia tidak bisa ikut lagi di medan pertempuran.

Dailami bercerita saat itu dia sempat dipenjara hingga di penghujung 2006 bertepatan dengan tragedi tsunami yang menimpa Aceh. setelah itu, ia hijrah ke provinsi tetangga, Medan Sumatera Utara. Disana ia bekerja sebagai tukang becak ditengah himpitan ekonomi.

Saat di Medan, Dailami mengaku hanya mampu menyewa becak belum mampu membeli becak sendiri. Dengan harga sewa Rp 25 ribu perhari dari penghasilan yang hanya sekitar Rp 50 ribu, dengan cara itu, ia bertahan hidup dengan 1 istri dan 3 orang anak.

Hasil ketekunan dan kesabarannya akhirnya Dailami mampu membeli becak sendiri, lambat laun ekonomi mulai stabil, berhasil mengumpulkan 20 becak untuk disewakannya kembali
lalu, ketika keadaan Aceh sudah mulai membaik, GAM sudah diterima oleh masyarakat sipil Dailami kembali ke bumi Seuramoe Mekkah dan bernauang di Partai Aceh.

Dailami pernah mencalonkan diri menjadi legislatif DPRK Bener Meriah, namun tidak terpilih. Selang beberapa tahun setelahnya memutuskan untuk tidak lagi bernaung di partai yang lekat dengan warna merah tersebut.

Dailami memilih armada politik yang lain, yaitu Partai Golkar. Bahtera ini sekarang sudah mengantarkannya menjadi orang nomor dua di Bener Meriah. Selamat menikmati hasil perjuangan mu Pak Wabup. | NISA |

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...