Breaking News

Dapat Asimilasi, 23 Napi Sujud Syukur

Dapat Asimilasi, 23 Napi Sujud SyukurFoto :Ist..
Napi saat sujud syukur di depan Lapas

CALANG | BERITAMERDEKA.NET - Lembaga Pemasyarakatan Kelas III, Calang, Kabupaten Aceh Jaya, memberikan Asimilasi atau pembebasan bersyarat kepada 23 Narapidana.

Sesuai dengan arahan dari Menkumham, akibat dampak dari Covid-19, Lembaga Pemasyarakatan di seluruh Indonesia, memberikan asimilasi kepada para narapidana dengan hukuman dua pertiga dan seperdua. Dimulai sejak 31 Maret, hingga 7 April 2020.

Pengamatan media, suasana haru terlihat, ketika 23 narapidana itu keluar meninggalkan pintu lembaga pemasyarakatan. Mereka saling berpelukan dan bersalaman dengan sesama napi dan sipir di lapas tersebut.

Kemudian, para napi itu melakukan sujud syukur di halaman depan rutan. Isak tangis keluarga yang menjemput mulai tak terbendung, ketika Rusli, Kalapas Kelas III, Calang, menyampaikan pesannya kepada para napi.

Kepada anak-anak saya, kalian bukan dibebaskan. Akan tetapi dilakukan asimilasi, yaitu di rumahkan. Kalau dulu asimilasi ini dilakukan dengan keluar pukul 8.00 pagi dan kembali ke lapas, pukul 17.00 WIB, sekarang kalian dikembalikan ke rumah masing-masing. "Jadi bagi anak-anak saya yang mendapatkan asimilasi, tolong kalian tetap di rumah, jaga diri kalian. Jangan sampai mengulang kembali kesalahan lalu, pesannya.

Rusli kepada beritamerdeka.net, asimilasi dilakukan ini, sesuai dengan Keputusan Menteri M.MH.19.PK.01.04.04 Tahun 2020. Kita diperintahkan membebaskan narapidana dengan beberapa kategori.

Seperti, sudah lebih dua pertiga, tahun 2020. Kemudian yang masa setengah hukuman untuk anak. Berdasarkan keputusan itu, setelah kita selesai dan diteliti, hari ini kita dapatkan 23 orang narapidana harus dibebaskan dengan segera, katanya.

"Alhamdulilah pembebasan itu sudah berlangsung, dihadiri Kapolres Aceh Jaya, AKBP Harlan Amir, diwakili oleh Kasat Intelkam, AKP Nyak Umar."

Selain itu, dijelaskannya, untuk jumlah narapidana di rutan, kemarin, berjumlah 111 Orang. Hari ini berkurang 23 orang. Asimilasi ini, kemungkinan, bisa saja nantinya akan ada tahap ke dua. Kita masih menunggu arahan dari pimpinan.

Sementara, salah satu narapidana Maulizar, kepada beritamerdeka.net, mengungkapkan syukur atas asimilasi diterimanya. Awalnya kita yang mendapat asimilasi semuanya tidak ada yang tahu dan menyangka akan kebebasan ini. Betul-betul suprise bagi saya dengan asimilasi ini.

"Alhamdulilah, akhirnya saya kembali dapat berkumpul bersama keluarga setelah 17 bulan saya berada di LP ini." Terimakasih Bapak Menteri Menkumham, Terimakasih Bapak Kalapas Calang, imbuhnya sambil terbata-bata. | red |

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...