Breaking News

Bank Aceh

Dalih Pandemik Covid 19, Pengelolaan Dana Gampong tidak Transparan

Dalih Pandemik Covid 19, Pengelolaan Dana Gampong tidak Transparan
Suhaimi SY

Langsa, BERITAMERDEKA.net -
Disinyalir, pengelolaan anggaran Gampong tidak transparan. Hal ini terbukti dengan beberapa kegiatan atau program yang dilaksanakan oleh aparatur gampong terkesan sangat tertutup bagi publik.

Suhaimi SY atau akrab dipanggil Emil salah seorang intelektual muda dari kaum milenial Langsa, mengatakan hal itu pada media ini, Sabtu 9 Mei 2020.

Menurutnya, banyak program kegiatan Gampong seperti pembangunan infrastruktur dan giat lainnya mengunakan dana Gampong/desa tidak didukung dengan aturan main yang benar dalam mengunakan dana tersebut.

Disesalkan, apalagi ditengah masa pandemik Covid 19 sekarang ini, banyak penerima bantuan dari Gampong orang orang dekat dari aparatur Gampong tersebut.

"Selama ini saya perhatikan dan telusuri, semenjak Gampong mendapat kucuran anggaran besar. Dan tidak etis saya menyebut Gampong yang mana, namun itu ada, suatu saat pasti muncul kepermukaan," tukas Emil.

"Lage awak kuet pade lam redok, (dalam pribahasa Aceh diartikan mencari kesempatan di saat ada peluang)," kata Emil lagi sambil tersenyum.

Lebih lanjut dijelaskan, ciri ciri pengunaan dana Gampong tidak transparan diantaranya;

1. Tidak ada Papan Proyek.
2. Laporan Realisasi sama persis dengan RAB.
3. Lembaga Desa, pengurusnya dari teamses atau kluarga yg dianggap sepaham.

4. TUHA PEUT Pasif.
5.GEUCHIK Pegang Semua UANG, Bendahara hanya berfungsi sbg sarana penarikan uang di Bank.

6. Perangkat gampong yang Jujur dan Vokal biasanya "dipinggirkan"
7. Banyak Kegiatan Terlambat Pelaksanaannya dari Jadwal, Padahal Anggarannya Sudah Ada.

8. Musdes pesertanya sedikit yang hadir itu-itu aja dari tahun ke tahun.Yang kritis biasanya tidak diundang.

9. BUMDES/BUMG Tidak Berkembang karena pengelolanya tidak melalui fit and propertes atau uji kelayakan.
10. Belanja Barang / Jasa di MONOPOLI GEUCHIK

Emil, yang sejak dini mendeklarasikan diri untuk bakal calon walikota Langsa ini pada periode akan datang meneruskan pembicaraannya, pada poin ke;
11. Tidak ada sosialisasi terkait kegiatan kepada masyarakat.

12.Geuchik sering melakukan pertemuan setengah kamar dengan Tuha peut dan perangkat gampong secara diam diam.

13. PEMERINTAH GAMPONG Marah ketika ada yang menanyakan Anggaran kegiatan dan Anggaran Desa. Apalagi ada kritikan yg sifatnya membangun.

14.GEUCHIK & PERANGKAT dalam waktu singkat, mampu membeli barang mewah dan membangun rumah dengan harga/ biaya ratusan juta.

Padahal sumber penghasilan TIDAK SEPADAN dengan apa yang terlihat sebagai pendapatannya.
Ini semua harus menjadi tanggung jawab semua masyarakat untuk mengawasi terhadap APBG gampong masing masing.

Kata Emil lagi, menurut analisanya, ke 14 poin tersebut sering terjadi di dalam organisasi pemerintahan gampong.

Karena itu, agar dana ini dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat Gampong, diminta kepada pihak terkait dan berwenang untuk mengawasi pengelontoran anggaran desa/gampong dengan dalih Covid 19, karena sangat rawan dan rentan dimanipulasi oleh para oknum untuk mencari keuntungan pribadi. | syafrul |

Sponsored:
Loading...