Breaking News

Cuma Janji Saat Kampanye, Khofifah tak Serius Tangani Pendidikan Di Jatim

Cuma Janji Saat Kampanye, Khofifah tak Serius Tangani Pendidikan Di Jatim
Gubernur Khofifah

 Surabaya, BERITAMERDEKA.net - Keseriusan gubernur Khofifah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Jatim dipertanyakan. Pasalnya, banyak temuan permasalahan pendidikan di Jatim sampai saat ini masih dikeluhkan masyarakat.

“ Kami jelas kecewa sekali atas kinerja gubernur Khofifah yang tak serius untuk mengatasi masalah pendidikan di Jatim.
Malah keliling gowes bagi-bagi masker ke daerah-daerah.
Padahal pendidikan ini masalah mendasar masyarakat Jatim yang mendesak untuk segera diselesaikan,”ungkap anggota Fraksi Keadilan Bintang Nurani (FKBN) DPRD Jatim Lilik Hendarwati saat dikonfirmasi di Surabaya, Minggu (15/11/2020).

Wanita yang juga sekretaris DPW PKS Jatim ini mengatakan saat kampanye pilgub, gubernur Khofifah menjanjikan peningkatan kualitas pendidikan di Jatim.

“Tapi faktanya gubernur mencabut subsidi pendidikan sehingga mau tak mau siswa harus membayar di sekolah. Masih banyak keluhan di SMA dan SMK negeri di Jatim adanya kewajiban membayar di sekolah.
Katanya semua gratis bagi SMA dan SMK negeri di Jatim.  Padahal saat ini sedang pandemi Covid-19 yang membutuhkan bantuan dari pemerintah,”jelasnya.

Lilik lalu mengatakan keputusan mencabut subsidi pendidikan tersebut sangat keliru karena akan menambah beban masyarakat.

“Kalau mau recofusing anggaran, tentunya pos anggaran lainnya. Jangan urusan pendidikan. Pasalnya, pendidikan adalah kebutuhan mendasar bagi masyarakat di Jatim, “terangnya.

Lilik menilai  diera kepemimpinan gubernur Khofifah, tak ada keseriusan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Jatim.
Selain menyorot kinerja gubernur Khofifah, kata Lilik Hendarwati, pihaknya juga kecewa atas kinerja Kadiknas Jatim Wahid Wahyudi.

“ Saya kecewa dengan Kadiknas ketika saya lapori adanya keluhan masyarakat terkait adanya masih adanya pembayaran-pembayaran di SMA dan SMK di Jatim, kok malah menjawab” cari dermawan saja”. Lha jawaban apa ini. Saya merasa jawaban ini tak menunjukkan keseriusan dalam peningkatan kualitas pendidikan di Jatim,”tandasnya. (yudhie)

Sponsored:
Loading...
Loading...