Breaking News

Bank Aceh

Cindi, Dara Yatim Penjaja Es Krim

Cindi, Dara Yatim Penjaja Es Krim
Cindi jual es crem sampai malam

BERITAMERDEKA.net - Cindi 14, asik melayani pembeli. Duduk di bangku becak motor (Betor) es krim dari jelang sore hingga larut malam. Senyum ramah ditebar ke setiap orang yang lewat.

"Es krim pak, ada rasa coklat, vanelli dan lainnya," kata cindi dengan nada tinggi, untuk menarik minat orang orang yang melintas.

Jualan es krim di simpang empat samping pendopo Walikota Langsa sudah dilakoninya hampir setahun ini, sebelumnya ia bekerja di wisma cafe sebagai pelayan.

Gadis muda itu harus berkerja keras untuk menafkahi ibu dan adiknya yang masih kecil. Semenjak bayi, ia sudah tidak miliki ayah, sementara ibunya hanya ibu rumah tangga biasa.

Ia salah satu siswa kelas akhir SMA 3 Langsa, memiliki cita-cita untuk berkuliah di salah satu perguruan tinggi negeri Langsa.

"Harus kerja keras om, untuk biaya masuk perguruan tinggi," ujarnya bersemangat.

Berkerja paruh waktu usai pulang sekolah sudah dilakoninya semenjak dari kelas 3 SMP. Membantu perekonomian keluarga sudah menjadi bagian yang terpatri dibenak setiap hari.

Dara yatim itu berjuang keras setiap hari. Pendapatannya pun tidak seberapa. Jikalau banyak laku Rp50 ribu. Namun bila berkurang seperti kondisi sekarang ini ia hanya menerima uang Rp20 ribuan dari pemilik usaha.

"Mau gimana lagi keadaan sekarang sulit, sepi pembeli walaupun demikian harus dijalani," kisah Cindi pada BERITAMERDEKA.net, Jumat (17/4/2020).

Cindi ini, salah satu kisah lirih dalam cerita nyata kehidupan anak manusia. Banyak Cindi lainnya di luar sana yang hingga kini luput dari mata kita, luput dari mata penguasa, luput dari mata dermawan. Kisah sedih yang menimpa dara kecil ini sudah bertahun lamanya.

Sungguh ironi memang, kondisi dan situasi sekarang ini, ia pun masih luput dari perhatian semua pihak. Padahal hidupnya sangat terisak.| syafrul |

Sponsored:
Loading...