Breaking News

Ceo BSI Regional I Aceh, Tepis Anggapan Miring Ada yang Sengaja Mengacau

Ceo BSI Regional I Aceh, Tepis Anggapan Miring Ada yang Sengaja Mengacau
Salah satu solusi kesalahan sistem di ATM BRIS yang terjadi di Aceh, dengan migrasi sistem dari ATM eks BRIS ke BSI. (dec|

Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net - Terkait permasalahan sulitnya melakukan transaksi di Bank Rakyat Indonesia Syariah (BRIS) atau BSI beberapa waktu lalu, sehingga muncul tudingan miring bahwa ada pihak yang sengaja mengacau, dengan tujuan bank syariah tidak dipercaya.

Hal ini ditepis Ceo Bank Syariah Indonesia (BSI) Regional I Aceh, Nana Hendriana. "Tidak ada sama sekali, seperti omongan yang mengait-kaitkan kemana-mana itu. Ini hanya masalah tekhnis saja," tegas Nana kepada Beritamerdeka.net, Senin (10/05/2021) siang, di aula gedung OJK lantai VI.

Diakui Nana Hendriana bahwa sistem bermasalah yang terjadi di Aceh, juga terjadi di seluruh Indonesia. Dan pihaknya mengantisipasi persoalan ini, salah satunya dengan mempercepat proses migrasi sistem dari eks BRIS ke BSI.

Hingga hari ini Senin (10/05), sebut Nana, sudah di migrasi 30 mesin ATM seperti target tahap pertama sebanyak 105 - 110 mesin ATM. Dan pihaknya menurunkan 31 orang tim tekhnisi dari pusat sekaligus menambah sembilan tim IT di lokal.

Pihak BSI melakukan percepatan menyelesaikan masalah sulitnya transaksi, sehingga pelayanan kepada nasabah atau masyarakat dapat berjalan dengan baik. Dan ditekankannya, bukan karena tidak ada duitnya.

Ceo BSI Regional I Aceh mendeteksi sulitnya transaksi dimulai tanggal 29 April 2021, dikarenakan tingginya volume transaksi mencapai 80%. Ini berlanjut hingga awal Mei, dimana diperkirakan nasabah melakukan banyak transaksi, seperti untuk pembayaran gaji, angsuran, kebutuhan lebaran, Bansos mulai disalurkan, juga THR.

Ia pun berjanji, selama Idul Fitri dan libur lebaran, pihak BSI telah menyediakan cash uang tunai sebesar Rp670 miliar. Jadi, nasabah tidak perlu khawatir lagi. |dec|

Editor:
Sponsored:
Loading...