Breaking News

Bank Aceh

Canda Rasulullah Ketika Memberi Isyarat Waktu Berbuka

Canda Rasulullah Ketika Memberi Isyarat Waktu Berbuka

PADA masa kini yang serba modern dan canggih, tentu begitu mudah untuk mengetahui segala sesuatu, termasuk masalah waktu.

Salah satunya dengan adanya jam dinding atau jam tangan, malah maraknya penggunaan hand phone tentu akan sangat gampang melihat waktu kapan tiba saat sahur dan berbuka puasa.

Tentunya hal itu bisa dilakukan tanpa perlu kita melihat tanda-tanda isyarat di langit yang biasa dilakukan oleh para ahli hisab (perhitungan waktu melihat garis benang merah dari tanda di langit).

Sehingga tidak ada lagi yang sulit bagi umat Islam di zama sekarang, karena selalu terbantu dengan alat modern buatan manusia. Bahkan kita bisa menantikan sendiri alarm jadwal waktu sahur dan berbuka puasa tanpa perlu menunggu orang lain memulainya.

Namun pada zaman dahulu, sebelum ada alat modern seperti jam dan hand phone, banyak orang mengandalkan ulama ahli hisab sebagai pedoman untuk  mengetahui waktu tepat makan sahur hingga waktu berbuka puasa.

Kisah canda Rasulullah Muhammad SAW yang memberi isyarat telah tiba waktu berbuka puasa bersumber dari hadist shahig Bukhari (2600) bab ‘Idza Jaama’a fi Ramadana walam yakun lahu falyukaffir.

Suatu ketika, dalam sebuah babak perjalanan bersama para sahabatnya, Nabi Muhammad SAW memerintahkan rombongan agar lekas menyiapkan menu berbuka puasa.

Melihat separuh matahari sudah terbenam, Nabi berkata, “Wahai fulan, berdirilah, campurlah tepung sawiq dengan air untuk kita.”

Seseorang yang ditunjuk Nabi itu lantas menyarankan alangkah baiknya kalau menunggu hingga sore hari sebab masih terlihat sinar cahaya matahari.

Entah karena alasan sedang berpuasa, Nabi tidak menjelaskan alasan tepat untuk membuat orang yang disuruhnya dapat mengerti. Tapi tetap hanya tersenyum sambil mengulang perintah yang sama. “Turunlah, “kata Nabi tersenyum. “Campurlah sawiq dan air untuk kita.”

Namun lagi-lagi orang tersebut merasa waktu berbuka masih lama dan menjawab, “Sesungguhnya engkau masih punya waktu siang yang cukup”.

Nabi pun kembali lagi bersabda. “Turunlah, campur sawiq dan air untuk kita.”

Setelah mendengar perintah berulang ketiga kalinya, barulah sahabatnya itu bergegas turun dan membuat minuman untuk rombongan.

Setelah beberapa saat membuat menu berbuka puasa, sahabat itu langsung mengatarkan makanan dan minuman kepada Nabi.

Tapi sahabat itu masih terlihat bingung melihat Nabi menerima dan meminum pertama kalinya. Lalu karena tidak punya jam tangan, maka sembari meneguk, Rasulullah memberikan isyarat dengan jari telunjuk yang diarahkan ke timur. Nabi pun bersabda, Apabila kamu milhat malam datang dari sini, maka orang yang berpuasa sudah diperbolehkan berbuka.

Setelah mendengar sabda Nabi, maka spontan sahabat dan rombongan lainnya yang baru mengetahui bahwa telah tiba waktu berbuka puasa, tanpa protes langsung tersenyum girang dan bergegas memulai buka puasa bersama.| Rusli Ismail |

Sponsored:
Loading...