Breaking News

Virtual Workshop Penguatan Kawasan Danau

Bupati Shabela: Keadaan Danau Memprihatinkan, Perlu Formulasi Terbaik

Bupati Shabela: Keadaan Danau Memprihatinkan, Perlu Formulasi Terbaik

Takengon, BERITAMERDEKA.net - Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi perubahan iklim pada Danau Lut Tawar, seperti penurunan jumlah debit air, keberadaan ikan-ikan lokal yang semakin berkurang serta terjadinya pencemaran yang berdampak bagi keseimbangan ekosistem Danau Lut Tawar.

Persoalan tersebut diungkapkan Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, di acara virtual workshop dengan tema “Penguatan Kawasan Danau Laut Tawar Sebagai Kawasan Ekonomi Kerakyakatan Aceh Tengah dan Bener Meriah” di ruang Media Center Pendopo Bupati Aceh Tengah, Rabu (17/03/2021).

Shabela Abubakar menjelaskan, keadaan danau  semakin memprihatinkan. Penurunan debit air, disebabkan beberapa faktor, seperti, peralihan lahan dan hutan, penggunaan alat penangkap ikan atau jaring yang tidak sesuai (over fishing), serta kurangnya kesadaran masyarakat maupun pengunjung membuang sampah ke danau.

Bupati Aceh Tengah, Drs. Shabela Abubakar berharap ditemukan konsep dan formulasi terbaik dalam pengembangan kawasan Danau Lut Tawar sebagai pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap agar hasil-hasil diskusi maupun data hasil penelitian yang diperoleh dapat dijadikan acuan untuk menentukan langkah penanggulangan yang sistematik, terukur, aman, ramah lingkungan dan efektif,” terang Shabela.

Sebagai Pemerintah Daerah Bupati Shabela juga menyampaikan program yang sedang dipersiapkan dan dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah terkait dengan pemanfaatannya sebagai sumber ekonomi, energi, pariwisata, dan ekosistem.

Acara yang difasilitasi Yayasan Taman Iskandar Muda Jakarta dan Musara Gayo Jabodetabek,  menghadirkan Drs. Reza Fahlevi, M.Si (Direktur Kelembagaan Kemenparekraf), Dr. Ir. Surya Darma, Dipl. Geoterm. Tech (Ketua Umum METI), Dr. Ir. Arya Rezavidi (Sekjen AESI/ BPPT Jakarta), Arwin Mega (Ketua DPRK Aceh Tengah) dan Armiyadi (Pengusaha dan Eksportir Kopi Gayo).

Virtual workshop yang berlangsung 3,5 jam ini dibuka Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah dan dua Keynote Speaker Menteri ATR/Kepala BPN Dr. Sofyan A. Djalil, S.H, M.ALD serta Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Dr. Ir. Hammam Riza, MSc.IPU. | Roma |

Editor:
Iklan BM Bank Aceh
Sponsored:
Loading...
Iklan BM DPRA
Sponsored:
Loading...