Breaking News

Bank Aceh

Buku Isolasi, Jalan Tembus Meureudu – Geumpang Perlu Dilanjutkan

Buku Isolasi, Jalan Tembus Meureudu – Geumpang Perlu DilanjutkanFOTO: Istimewa
Kondisi Jalan Meureudu - Gempang

Meureudu,BERITAMERDEKA.net – Warga masyarakat Meureudu, Meurah Dua dan sekitarnya di Kabupaten Pidie Jaya, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh dapat melanjutkan kembali pembangunan ruas jalan tembus Meureudu-Geumpang, yang menghubungkan Kabupaten Pidie Jaya dengan Kabupaten Pidie.

“Program pembangunan ruas jalan itu terhenti sejak beberapa tahun lalu, dan kini tak jelas nasibnya,” kata juru bicara masyarakat Meureudu dan Meurah Dua, Zulkifli M. Ali kepada BERITAMERDEKA.net, Sabtu 18 Juli 2020.

Ia menjelaskan, pentingnya pembangunan jalan lintas Meureudu-Geumpang ini, untuk membuka keterisolasian warga yang menetap di dua daerah ini, terutama dalam menumbuhkan perekonomian serta menambah peta jangkauan daerah kedua kabupaten.

“Selama ini, pengembangan daerah hanya terfokus pada wilayah pesisir saja. Sementara wilayah perbukitan, terabaikan. Sehingga timbul kecemburuan masyarakat yang tinggal di kawasan pegunungan,“ ungkapnya.

Sementara, ribuan warga dikawasan itu juga sangat membutuhkan sarana jalan untuk membuka keterisoliran, dan memudahkan aktivitas mereka dalam meningkatkan taraf/kualitas hidup mereka melalui pengembangan sektor pertanian, perkebunan, pendidikan, kesehatan, dan lainnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pidie Jaya, Bahrom Bhakti ST MT juga menaruh harapan yang sama. Meski diakui persoalannya, ruas jalan tembus kedua kecamatan dan kabupaten itu, sebagian masuk dalam kawasan hutan lindung yang memiliki curah hujan tinggi, sehingga struktur tanahnya sangat rawan longsor.

Selain itu, di kawasan hutan lindung ini juga banyak terdapat lintasan satwa dilindungi, mulai dari gajah, harimau sumatera, serta beberapa jenis hewan dilindungi lainnya yang berpotensi terancam habitatnya jika pembangunan terlalu gencar dilakukan di kawasan ini, tanpa menjaga keseimbangan ekosistem hutan.

Pemkab Pidie Jaya melalui Bappeda telah mengajukan usulan ke Pemprov Aceh agar melanjutkan pembangunan Jalan Tembus Meureudu-Geumpang, karena masyarakat di kawasan ini sangat membutuhkannya.

Untuk mendukung kelanjutan, program ini, pihak Bappeda semasa dijabat Munawar Ibrahim juga telah menurunkan tim survei untuk melakukan kajian analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), terutama terkait dengan titik-titik hutan lindung yang terkena proyek pembangunan jalan ini.

Agar program ini bisa berjalan, pihaknya juga bersedia mengajukan pembebasan kawasan lindung, atau malah merubah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pidie Jaya, agar dapat diupayakan dalam penyusunan kembali.

“Hanya saja, pemanfaatan lahan tersebut tetap menjadi perhatian utama,“ katanya.

Menurut Kepala Bappeda Pidie Jaya itu, dilanjutkannnya atau tidak pembangunan jalan tembus untuk menghubungkan dua dearha kabupaten bertetangga itu merupakan wewenang Pemprov Aceh melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Provinsi Aceh.

Hal ini juga sesuai misi pasangan Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya, H Aiyub Abbas dan H Said Mulyadi SE MSi, yang berupaya memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar bagi warga, seperti pembangunan jalan, jembatan, pengairan, sanitasi, penyediaan air bersih, dan lainnya.|Rusli Ismail |

Sponsored:
Loading...