Breaking News

Brigade PII Aceh : Banyak Keluhan Belajar Sistem Daring

Brigade PII Aceh : Banyak Keluhan Belajar Sistem Daring
Mohd Rendi

Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net – Banyak ditemukan keluhan di lapangan dari hasil proses belajar mengajar sistem  atau  secara daring yang dijalani para pelajar di lapangan.

“Harus diakui memang, ketika Kemendikbud melalui Surat Edaran (SE) Nomor 3 Tahun 2020 menetapkan proses belajar mengajar sacara daring dalam upaya pencegahan covod-19, ternyata hasil penelusuran yang dilakukan banyak ditemukan keluhan bagi pelajar.

Hal itu disampaikan sejumlah pengamat dan tokoh pendidikan yang sempat dirangkum BERITAMERDEKA.net, Kamis 04 Juni 2020 menyahuti persoalan pendidikan siswa selama Pandemi virus corona (Covid-19).

Sebagaimana disampaikan Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kabupaten Pidie Jaya, Drs. H. Bachtiar Effendi, MM. Disebutkannya, belajar mengajar dengan sistem  atau  secara daring yang dijalani para pelajar di lapangan sangat banyak kekurangan dan keluhan yang terjadi.

Mantan Kepala SMAN Meureudu itu menambahkan, keluhan yang diungkapkan oleh para pelajar, yang manyoritasnya disampaikan para siswa Tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Keluhan mereka, rata-rata hampir sama yaitu kekurangan kuota internet, tidak memiliki ponsel android, dan kesulitan koneksi jaringan internet.

Mengingat kondisi di lapangan yang boleh dikatakan memprihatinkan itu, maka sudah seharusnya Kemendikbud mengambil langkah positif dan konkrit untuk memecahkan masalah ini, “imbuh Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) itu.

Hal sama dan lebih prihatin lagi disampaikan Komandan Satgas Covid-19 Brigade Pelajar Islam Indonesia (PII) Aceh, Mohd Rendi Febriansyah kepada wartawan di Banda Aceh.

Bahkan jajaran Brigade PII Aceh, tidak hanya menerima isu keluhan itu yang berkembang dalam masyarakat. Tapi, pihaknya menghimpun langsung di lapangan setelah jajaran Satgas Brigade PII di kabupaten/kota diminta melakukan penelusuran ke lapangan.  

Berdasarkan hasil kerja penelusuran yang dilakukan Satgas PII kabupaten/kota itulah sehingga diketahui, apa yang sebenarnya terjadi di kalangan siswa. “Pihak Satgas PII  telah menghimpun data respon pelajar terkait sistem belajar secara daring. “Hasilnya, sangat banyak keluhan dari para pelajar dalam proses belajar mengajar tersebut, “kata Mohd Rendi.

Menurutnya, keluhan yang diungkapkan oleh para pelajar, manyoritasnya disampaikan para siswa Tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Keluhan mereka, rata-rata hampir sama yaitu kekurangan kuota internet, tidak memiliki ponsel android, dan kesulitan koneksi jaringan internet.

Dikatakan Rendi, pihaknya prihatin melihat data yang telah dhimpun, dimana para pelajar yang kurang mampu dan bertempat tinggal di daerah yang kesulitan jangkauan internet mengeluh karena mereka tidak bisa mendapatkan pendidikan yang optimal seperti biasa.

Ditambahkan Rendi, kondisi di lapangan itu dipastikannya Pemerintah yang dalam hal ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah mengetahui hasil ini. Apalagi pada tanggal 11 – 17 Mei 2020, pak menteri mengadakan lomba menulis surat mengenai pengalaman belajar secara daring dan menerima surat dari seorang siswa yang mengaku bahwa ibunya harus berutang untuk membeli kuota internet.

Mengingat kondisi memprihatinkan yang terjadi di kalangan siswa, maka pihak Mendikbud tidak lagi tinggal diam begitu saja. “Selama ini terkesan rasa kurang respon serta tak acuh, maka pihaknya menyesalkan langkah Kemendikbud yang slow respon. Memang daring adalah solusi terbaik saat ini untuk proses belajar mengajar, namun para siswa yang meggalami kesulitan fasilitas juga harus menjadi perhatian karena pendidikan adalah hak semua anak bangsa, “ungkapnya lagi

Maka dari itu, kami meminta kepada Kemendikbud untuk mengakomodir seluruh keluhan para pelajar selama belajar secara daring agar seluruh anak bangsa dapat merasakan pendidikan yang berkualitas walaupun dalam kondisi pandemi ini.

Pendidikan adalah konsumsi wajib bagi seluruh elemen bangsa, karena pendidikan adalah salah satu manifestasi tujuan Negara yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. | rusli ismail |

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...