Breaking News

Bom Bunuh Diri Meledak di Pasar, 32 Orang Tewas dan Ratusan Luka

Bom Bunuh Diri Meledak di Pasar, 32 Orang Tewas dan Ratusan Luka

BERITAMERDEKA.net - Kelompok teroris ISIS bangkit menyerang ibu Kota Irak, Baghdad pada Kamis, yang menewakan sedikitnya 32 orang dan ratusan lainnya luka-luka.
Dilansir Lingkar Kediri dari Reuters, ISIS mengaku bertanggungjawab atas serangan di sebuah pasar di pusat ibu kota Irak, Baghdad.
Bom bunuh diri tersebut menjadi pemboman besar pertama di Irak selama tiga tahun terakhir.
Pihak berwenang Irak menggambarkan hal sebagai sinyal bangkitnya kelompok teroris ISIS.
Pada Jumat pagi, ISIS mengklaim bahwa kelompok mereka bertanggungjawab atas serangan yang melibatkan dua orang pembom bunuh diri itu melalui saluran komunikasi Telegram.
Dua orang pembom bunuh diri tersebut meledakkan diri sebuah pasar pakaian di Tayaran Square, Baghdad.
Otoritas kesehatan setempat melaporkan sedikitnya 32 orang tewas dan 110 lainnya luka-luka akibat dari serangan bom bunuh diri tersebut.
“Seorang (pembom) datang, jatuh ke tanah dan mulai mengeluh 'perut saya sakit' dan dia menekan detonator di tangannya. Itu segera meledak. Orang-orang tercabik-cabik,” kata seorang pedagang kaki lima yang tidak menyebutkan namanya, dikutip Lingkar Kediri dari Reuters.

Sebuah video yang diambil dari atap dan diedarkan di media sosial, konon menunjukkan ledakan kedua dari orang-orang yang berkumpul di daerah tersebut.
Beberapa gambar yang dibagikan secara online, yang tidak dapat diverifikasi secara independen, menunjukkan beberapa orang tewas dan terluka.
Serangan hari Kamis terjadi di pasar yang sama dengan serangan besar terakhir, pada Januari 2018, ketika setidaknya 27 orang tewas.
Perdana Menteri Mustafa al-Kadhimi mengadakan pertemuan mendesak dengan komandan keamanan tertinggi untuk membahas serangan hari Kamis, kata kantor perdana menteri dalam sebuah pernyataan singkat.
Pasukan keamanan Irak dikerahkan dan jalan-jalan utama diblokir untuk mencegah kemungkinan serangan lebih lanjut.
Menyusul pertemuan mendesak, Kadhimi memecat komandan keamanan dan polisi utama, wakil menteri dalam negeri urusan intelijen, direktur kontra terorisme dan intelijen di kementerian dalam negeri dan komandan pasukan polisi federal, kata seorang juru bicara militer dalam sebuah pernyataan.
Serangan bunuh diri terhadap sasaran sipil adalah taktik hampir setiap hari dari pemberontak Muslim Sunni selama pendudukan AS di Irak setelah invasi yang menggulingkan Saddam Hussein pada tahun 2003, dan kemudian digunakan oleh ISIS, yang pejuangnya menyapu sepertiga negara itu di 2014.
Pada tahun 2017 para pejuang telah diusir dari semua wilayah yang mereka kuasai, meskipun mereka terus melakukan pemberontakan tingkat rendah terhadap pasukan Irak dan menyerang pejabat terutama di wilayah utara.(*)

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...