Breaking News

Omzet Turun hingga 90 Persen

Bisnis Souvenir Aceh Terjun Bebas Masa Covid-19

Bisnis Souvenir Aceh Terjun Bebas Masa Covid-19FOTO: Rusli Ismail
Bahrom Mohd Rasyid, berdiri di depan tokonya

Banda Aceh,BERITAMERDEKA.net - Selama masa Pandemi Corona virus disease (Covid-19) mewabah di Indonesia, termasuk di Aceh, dampaknya cukup besar dialami dunia usaha dan bisnis.

Dampak yang paling terasa disektor usaha yakni menurunnya omzet pejualan. Seperti yang dialami pelaku usaha bisnis souvenir di Kota Banda Aceh.

Salah satunya yakni bisnis souvenir yang dilakoni Bahrom Mohd Rasyid. Usahanya “Sri Ratu Aceh Souvenir” omzetnya turun 80 hingga 90 persen.

Hal ini dikartenanya, tidak ada lagi sama sekali kunjungan para pelancong atau wisatawan, baik  lokal maupun asing yang datang ke Aceh selama Pandemi Covid-19 mewabah. Karena, umumnya pembeli souvenir itu para pelancong yang membelinya sebagai kenang-kenangan.

Bahrom Mohd. Rasyid menjawab BERITAMERDEKA.net, Sabtu (18/7/ 2020) menyebutkan, biasa sebelum Covid-19 mewabah jualan souvenir di tokonya  bisa laku Rp1 juta-Rp1,5 juta/hari. Kini paling tinggi hanya dikisaran Rp200.000 per harinya.

Mantan anggota DPR Aceh dan DPR Kabupaten Pidie Jaya itu juga menyebutkan, dampak dari pengaruh masih mewabahnya virus corona itu tidak hanya dirasakan sendiri, tapi juga hal sama dialami pihak pengusaha yang lainnya.

Hal yang sama juga dirasakan Raziah (48 tahun), Pemilik Toko “Pusaka Souvenir”. Dia mengaku, sekarang pembeli sudah sedikit. Berbeda dengan dulu.

Bahkan lebih dahsyad lagi, Raziah yang sudah menjalani bisnis souvenir sejak 1992 lalu mengungkapkan, jika dulu sebebelum Covid-19, jualannya bisa lakunya per hari sampai Rp5 Juga hingga Rp15 juta, kini terjun bebas.

Menurut Raziah, kondisi ini adalah dampak terburuk selama bisnis ini dijalaninya. Saat konflik mendera Aceh saja, usahanya cukup laris. Sebab, saat itu, banyak aparat BKO di Aceh banyak memesan cenderamata untuk dibawa pulang, teruma Rencong Aceh.

“Saat ini, bisnis souvenir tidak seperti dulu lagi. Rata-rata pendapatan per hari hanya Rp200.000. Ini tidak cukup untuk menutupi biaya sewa toko dua lantai tersebut. Biaya sewa took saja Rp40 juta/tahun,“ keluhnya.

Dampak dialami para pengusaha selama Pandemi Covid-19 juga diakui jajaran Bank Indonesia (BI). Dimana hasil survei dilakukan, bahwa menunjukkan kegiatan dunia usaha berpengaruh pada penurunan kegiatan dunia usaha di semua sektor.|Rusli Ismail |

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...