Breaking News

Bank Aceh

Bisnis Kopi Sangat Menggairah

Bisnis Kopi Sangat MenggairahFOTO: Rusli Ismail
Suasana Warkop di Banda Aceh

BISNIS kopi di Kota Banda dan Aceh pada umumnya kini semakin menjanjikan alias sangat bergairah. Gerai-gerai kopi, baik berkonsep tradisional maupun modern banyak ditemui di sepanjang ruas jalan utama hingga ke peloksok desa.

Pelaku bisnis melirik kopi sebagai peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Di sisi lain, meningkatnya jumlah penggemar minuman berkafein ini menjadi indikator kopi lokal (Robusta Aceh atau Arabika Gayo) semakin merajai pasar.

Banda Aceh, adalah merupakan daerah sentra penjual kopi. Hal ini membuat pertumbuhan coffee shop cukup tinggi. Permintaan akan kopi berkualitas dari banyak gerai kopi menjadi peluang bisnis yang menggiurkan bagi pengecer.

Warung Kopi Ayah Gadeng di Pasar Neusu, Banda Aceh, merupakan salah satu contoh gerai kopi terkenal di sana. Mulai bisnis sejak puluhan tahun, peminat kopi Ayah Gadeng ini tidak hanya dari Banda Aceh saja. 

“Peminat yang sengaja datang dari luar daerah juga sudah banyak. Mitra usahapun tidak hanya berasal dari Banda Aceh, tapi juga dari luar daerah,” ujar Marbawi, seorang karyawan Warkop Ayah Gadeng itu. 

Hal sama diakui pemilik Warung Kopi Solong di kawasan Simpang Tujoh, Pasar Ulee Kareng, Banda Aceh. Tidak hanya melayani pembelian kopi curah, usaha kopi Solong, juga memproduksi kopi kemasan, yang merambah beberapa retail modern dan pusat-pusat jajanan di Kota Banda Aceh. Bahkan sudah sampai ke Kota Medan, Jakarta dan Malaysia.

Pemilik warung kopi lainnya yang diberi nama Dhapu Kupi, di kawasan Simpang Surabaya, Banda Aceh, Tarmizi juga mengaku membuka gerai kopi bermula dari rasa cintanya kepada kopi. Semangatnya semakin tumbuh, ketika melihat pertumbuhan Warkop berkonsep café di Banda Aceh cukup tinggi.

“Hanya memanfaatkan jaringan dan modal kepercayaan,“ sebutnya.

Menjamurnya bisnis kopi di Kota Banda Aceh dan sejumlah kabupaten/kota lainnya di Aceh menjadi daya Tarik tersendiri. Meski butuh modal besar, namun bisnis warkop semakin diminati sejumlah pengusaha untuk meraup untung besar. Setiap hari selalu ada pemain baru terjun ke bisnis ini.

Dedi, salah seorang pengusaha kopi di kawasan Taman makam Pahlawan, Kampong Ateuek, mengaku butuh modal besar untuk mengembangkan usaha Warkop. sehingga akan mampu bersaing menarik pelanggan di Banda Aceh.

“Persaingan warung kopi di Banda Aceh saat ini semakin ketat. Sehingga harus dilengkapi dengan wifi,” ujarnya.

Namun, banyaknya warung kopi yang tumbuh bagaikan jamur di musim penghujan itu tidak menjadi kendala dalam berbisnis. Bahkan, akan membuat pedagang lebih semangat menghidangkan kopi racikan.

“Kondusifnya keamanan di Aceh, banyak warung kopi dan café buka 24 jam,“ pungkasnya.|Rusli Ismail

Sponsored:
Loading...