Breaking News

BI Longgarkan Kredit Sektor Properti dan Otomotif

BI Longgarkan Kredit Sektor Properti dan Otomotif

Medan, BERITAMERDEKA.net-Bank Indonesia (BI) melanjutkan kebijakan makroprudensial akomodatif melalui pelonggaran ketentuan kredit/pembiayaan di sektor properti dan otomotif.

"Hal ini diakukan untuk mengakselerasi
pemulihan intermediasi dengan tetap memerhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko" kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono dalam siaran pers yang diterima Beritamerdeka.net, Sabtu 20/2/2021.

BI juga mempublikasikan asesmen transmisi dari suku bunga kebijakan ke suku
bunga dasar kredit perbankan. Tujuan publikasi adalah untuk memperluas diseminasi informasi.

"Kepada konsumen baik korporasi maupun individu guna meningkatkan tata kelola, disiplin pasar dan kompetisi di pasar kredit perbankan, di samping memperkuat transmisi kebijakan moneter," ujarnya.

Terkait Transaksi Sistem Pembayaran baik tunai maupun nontunai termasuk digital payment, Erwin menyebutkan tumbuh positif disertai pesatnya digitalisasi ekonomi dan keuangan.

Sementara Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Januari 2021 mencapai Rp803,2 triliun, tumbuh 12,09% (yoy). Nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, Kartu Debet, dan Kartu Kredit pada Januari
2021 tercatat Rp621,7 triliun.

Angka inj mengalami kontraksi 1,95% (yoy) sejalan dengan masih terbatasnya mobilitas dan lemahnya permintaan domestik akibat pandemi Covid-19.

Di sisi lain, transaksi ekonomi dan keuangan digital terus tumbuh tinggi sejalan dengan meningkatnya akseptasi dan preferensi masyarakat untuk berbelanja daring, meluasnya pembayaran digital dan
akselerasi digital banking.

Pertumbuhan tersebut lanjut Erwin tercermin dari nilai transaksi Uang Elektronik (UE) pada Januari 2021 sebesar Rp20,7 triliun, atau tumbuh 30,71% (yoy). Volume transaksi digital banking juga terus meningkat.

Seperti pada Januari 2021 tumbuh 39,65% (yoy) mencapai 475 juta transaksi dan nilai transaksi digital banking yang tumbuh 18,59% (yoy) mencapai Rp2.649,7 triliun.

BI memprakirakan tren digitalisasi akan terus berkembang pesat didorong pesatnya digitalisasi, inovasi dan perluasan ekosistem baik secara spasial dan sektoral.

BI terus memperkuat kebijakan sistem pembayaran dalam rangka pengembangan
ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif dan efisien, serta untuk mendorong
penguatan pemulihan ekonomi nasional.

Antara lain melalui perluasan akseptasi QRIS berbasis komunitas dalam rangka mendukung program pemulihan ekonomi nasional dan pengembangan UMKM termasuk UMKM syariah, pengembangan infrastruktur ritel SP yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal untuk mendorong efisiensi dan perluasan pasar keuangan.

Termasuk elektronifikasi bantuan sosial dan transaksi pemerintah. Untuk memperkuat penggunaan Rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di NKRI.

"BI terus memperkuat komunikasi kepada masyarakat dalam bentuk program Cinta Rupiah, Bangga Rupiah, dan Paham," pspar Erwin Haryono.(BACHTIAR A)

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...