Breaking News

BI Aceh Musnahkan 10.862.220 Lembar Uang Rusak

BI Aceh Musnahkan 10.862.220 Lembar Uang Rusak
Kepala BI Aceh Achris Sarwani, saat diskusi ringan dengan awak media di Banda Aceh. (Foto dec)

Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net – Setiap tiga bulan atau pada triwulan pertama tahun 2021, ini Bank Indonesia Aceh, telah memusnahkan 10.826.220 lembar uang lusuh dan rusak alias uang kertas tidak layak edar lagi.

Hal ini dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Aceh, Achris Sarwani, didampingi Kepala Unit PUR BI Aceh, Kamaruzaman kepada awak media di Banda Aceh.

Untuk Uang Pecahan Besar (UPB) sebesar 38 % yaitu uang pecahan 100 ribu dan 50 ribu, dan Uang Pecahan Kecil (UPK) sebesar 62 % yaitu uang pecahan 20 ribu hingga seribu rupiah, dari total bilyet puluhan ribu lembar tersebut yang dimusnahkan, ungkapnya.

Sementara itu, untuk uang logam, mesin leburnya tidak ada di Aceh, tapi dipusatkan di KP Jakarta. Jadi uang logam jika sudah diperhitungkan rusak, cukup di kirim ke Medan dulu, lalu dari Medan akan dikirim ke KP Jakarta, untuk di lebur, sebutnya.

Ada dua mekanisme uang rusak sampai ke BI, pertama penukaran masyarakat setiap seminggu sekali. Dan kedua melalui setoran perbankan untuk uang layak edar dan tidak layak edar. Lalu, setiap uang yang tidak layak edar itu, dipilah  lagi oleh BI, mana tahu ada diantaranya yang masih layak edar.

“Setelah memastikan bahwa uang kertas benar-benar tidak layak edar, baru lah pihak BI Aceh memusnahkan dengan menggunakan mesin,” tukasnya melalui media sosialnya Selasa (6/04/2021).

Diakuinya pemusnahan dilakukan seminggu dua kali, terkadang sebulan sekali, hal tersebut terhitung ketika uang kertas tidak layak edar sudah dinyatakan siap untuk dimusnahkan.

Ditambahkannya, uang yang dimusnahkan, meliputi uang lusuh atau lecek, uang kertas rusak atau pun cacat yang bentuk fisiknya telah berubah bentuk, seperti mengkerut atau robek. |dec|

Editor:
Iklan BM Bank Aceh
Sponsored:
Loading...
Iklan BM DPRA
Sponsored:
Loading...