Breaking News

Bank Aceh

Berhenti Bekerja di Hotel Sebab Covid-19, Nainunis Pilih Bertani

Berhenti Bekerja di Hotel Sebab Covid-19, Nainunis Pilih Bertani

Jantho, BERITAMERDEKA.net - Nainunis, pemuda asal Lengah, Kabupaten Aceh Besar terpaksa kehilangan pekerjaan, sebab Hotel Medan yang berlokasi di Kota Banda Aceh, tempatnya mencari rezeki terpaksa mengurangi jam kerja karyawan lantaran sepi pengunjung.

Sejak awal muncul Covid-19 di Indonesia, pada awal 2020, Nainunis pasrah menerima kebijakan pihak hotel. Keputusan itu berdampak pada jam kerja. Pihak hotel memberi hak kerja pada karyawan selama dua hari per bulan, jadwal ini berlaku hingga pademi reda.

Sebagai anak kampung, yang hidup ngekos di kota, Nainunis tidak menerima tawaran itu. Sebab, penghasilan bekerja dua hari per bulan tidak cukup untuk bayar kos dan biaya hidupnya.

Kondisi itu, tidak membuatnya patah arang, meskipun sumber pendapatan hilang. Keadaan ekonomi keluarga yang lemah dan ganasnya penyebaran Covid-19 mengharuskan pemuda lajang itu untuk menggeluti usaha bertani. Ia meninggalkan Kota Banda Aceh, memilih pulang ke kampung halaman di Kampung Lengah, kawasan pedalaman Kabupaten Aceh Besar.

Orang tua lelakinya telah tiada. Ia pun menjadi tulang punggung ekonomi keluarga, memenuhi kebutuhan hidup ibu dan adiknya.

Di kampung, Nainunis memanfaatkan lahan kosong, menanam pepaya dan cabai, dengan harapan dapat menopang hidup keluarga.

Setiap pagi dan sore, ia menghabiskan waktu di kebun, menanam pepaya untuk jangka panjang dan menanam cabai untuk jangka tiga bulan.

Dengan penuh semangat ia menyiram dan membersihkan rumput-rumput yang dapat menghabat pertumbuhan tanaman.

Setelah berjuang keras, kini tanamannya telah membuahkan hasil, cabai telah bisa panen, sebagian pepaya sudah siap dipetik, dengan hasil penjualan itu mampu membuat pemuda itu tersenyum lega.

Pundi-pundi rupiah hasil dagang pepaya bisa menopang hidup keluarganya dari ancaman kemelaratan ekonomi sebab Covid-19.

"Usaha tidak pernah mengkhianati hasil," ungkap Nainunis bahagia saat melihat hasil jerih payahnya, Rabu (4/11/2020) di Lengah.

Menurutnya, Covid-19 bisa saja menghalanginya meraup pundi-pundi rupiah di kota, sebab tingginya mobilitas penduduk dari luar daerah.

Tetapi, pandemi Covid-19 belum tentu menghalaginya bekerja di desa, yang sampai hari ini belum ada pasien positif Covid-19.

Tuhan selalu punya cara membantu hamba-Nya, selain menghindari potensi terinfeksi Covid-19 jika menetap di kota, keputusan pulang kampung juga berdampak positif bagi ekonomi, sebab lahan-lahan tidur kini bisa produktif.

"Covid-19 bukan alasan untuk tidak kreatif dan produktif, sebab jalan berinovasi selalu ada," sebut Nainunis yakin. | c amir|

Sponsored:
Loading...