Breaking News

Berharap Banyak dari Muktamar PPP       

Berharap Banyak dari Muktamar PPP       

Oleh : Aji Setiawan

                                                        MUKTAMAR PPP sebentar lagi digelar pada 19-21 Desember 2020 di Makasar , Sulawesi Selatan mengagendakan pemilihan Ketum baru, membahas AD/ART partai dan agenda strategis partai.

Pada Pemilu 1999, PPP meraup 11 juta lebih pemilih. Partai ini mendapat 12,55 persen suara dan 58 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat.

Namun, pada Pemilu 2019, partai ka'bah menempati posisi terbawah dengan perolehan di DPR hanya sebanyak 19 kursi. Perolehan suaranya pun hanya 4,52 persen, mepet dengan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 4 persen. Tentu ke depan, PPP sangat ingin mengembalikan suara PPP yang pernah diraih yakni 29 persen suara. Untuk menuju ke sana, sudah barang tentu dengan kerja keras, cerdas dan ikhlas.

Terlepas dari siapapun yang akan terpilih sebagai Ketum DPP PPP perlu mempersiapkan strategi baru agar tetap eksis di panggung politik. Berikut adalah strategi itu:

Merangkul segmen pemilih milenial. Kader-kader PPP diminta untuk mengajak anak-anaknya bergabung dengan partai ka'bah ini.

Menyebut bahwa generasi milenial menjadi bagian penting dalam demokrasi Indonesia kedepan. Maka, Muktamar IX PPP diharapkan bisa membawa perubahan yang baik dengan memberikan ruang aktualisi politik bagi generasi milenial.

Eksisten milenial sangat diperhitungkan. Bukan hanya jumlah generasi milenial yang semakin besar, namun juga mereka mempunyai energi untuk membangun bangsa.

Berdasarkan data jumlah pemilih milenial diperkirakan mencapai 70 – 80 juta jiwa.

 PPP harus memiliki sejumlah program dan kegiatan untuk merekrut generasi milenial sebanyak-banyaknya.

Dengan masuknya anak muda yang energik akan berkontribusi besar bagi PPP. Berdasarkan pengalaman pemilu 2019 lalu, milenial berperan dalam digital campaign untuk meningkatkan tingkat elektoral partai, dan terbukti partai politik yang sudah melibatkan milenial dalam kampanye terbilang sukses.

Partisipasi generasi milenial tidak hanya dilihat dari segi pemilihan pas waktu pemilu, namun juga sebagai mesin politik atau relawan di media sosial dan dunia nyata.

Karakter milenial yang up date dengan berbagai informasi memungkinkan mereka berpartisipasi aktif dalam bentuk penyebaran informasi yang mereka rasa baik dan perlu mendapatkan dukungan khusus.

Karena disadari atau tidak peran generasi milenial yang cakap media, tanggap, kreatif, dan advokatif akan memberikan dampak positif terhadap kemajuan demokrasi kedepan. Generasi milenial dalam mengisi demokrasi memiliki cara yang unik dan kreatif, misalnya mendorong atau mengkampayekan gerakan antigolput atau kampanye hashtag yang positif demi pemilu berkualitas.

Menggaet milenial secara ideologis dengan mengamalkan nilai-nilai keislaman.

Menyasar segmen pemilih lamanya. Pemilih-pemilih PPP tahun 1999 masih ada hingga saat ini dan menjadi basis yang menguatkan partai. Harus diakui banyak kader dan simpatisan PPP telah meninggalkan generasi lama pendukung partai.

Mungkin kesalahan, menganggap itu generasi-generasi lama. Padahal generasi original (old party) banyak Istiqomah di partai karena kepentingan idiologis sehingga menitipkan suara ke partai Islam ini.

Belakangan PPP menyadari pentingnya pendukung lama. Mereka sesungguhnya adalah pemegang tonggak eksistensi partai ini.                                             

 Pemilu ke depan, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) diprediksi oleh banyak pengamat untuk lolos ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sangat berat.

Bahkan, dalam hitungan survey terakhir selalu di bawah 5 persen.                              
 Maka paling tidak ada tiga hal yang bisa dilakukan agar partai berlambang Ka’bah itu agar tetap punya wakil di Dewan Perwakilan Rakyat.

 Dibutuhkan pemimpin yang bisa bergerak cepat, dalam rangka upaya penyelamatan partai. Seandainya pun tidak didukung oleh elektalibitas dan populeritas Ketum partai, PPP bisa memproduksi kepemimpinan kolektif kolegial (kepemimpinan bersama) untuk menopang jalannya roda partai.

Ada pun tiga hal itu adalah, Pertama, memperbaiki citra partai yang rusak akibat OTT Romahurmuziy oleh Komisi Pembarantasan Korupsi. Apalagi sebelum Romahurmuziy, kader PPP lain Suryadharma Ali juga tersangkut kasus korupsi. Pun demikian banyak kader partai terjerat korupsi dan suap.

Citra partai harus dibangun kembali dimana PPP sebagai partai warisan ulama, tempat menempa kader-kader yang siap berjuang untuk ummat.

Citra diri kader partai harus mempunyai sikap seorang pemimpin yang sidiq, amanah, fatonah dan tabligh dan bisa diterapkan di berbagai tingkatan mulai dari DPP PPP, DPW, DPC, Anak Cabang sampai ranting.

Perlunya memperkuat nilai dasar dan sikap kader melalui penguatan prinsip-prinsip perjuangan partai.                                         
Kedua, DPP PPP harus bisa secara cepat membangun soliditas di internal partai. Hal ini diperlukan agar mesin partai bisa tumbuh secara merata.

Ketiga, PPP harus membuat program kebijakan partai yang berpihak pada rakyat kecil dan umat. Artinya punya peta dalam mengelola isu, program, sintemen dan emosi masyarakat. Dengan mengusung program populis inilah PPP akan dicintai ummat.

Inti dari tiga program tadi adalah membangkitkan tingkat animo publik dari distrust menjadi trust building. PPP harus segera recovery cepat mengambil empati umat dan memenangkan hati rakyat.**

Penulis Adalah : Wakil Sektetaris DPC PPP Purbalingga Jawa Tengah

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...