Breaking News

Bank Aceh

Belum Usia Setahun, Jalan Kabupaten Senilai Rp 4,3 Milyar Hancur

Belum Usia Setahun, Jalan Kabupaten Senilai Rp 4,3 Milyar Hancur

Aceh Tamiang, BERITAMERDEKA.net - Dengan Anggaran senilai Rp 4,3 Milyar lebih proyek Peningkatan Jalan Kabupaten Perkebunan PPP - Harum Sari (Tahap III) Kecamatan Tamiang Hulu Kabupaten Aceh Tamiang, belum lama selesai dikerjakan, sudah rusak di sejumlah titik. Kondisi itu menuai kritikan dari sejumlah kalangan.

Seperti yang disampaikan Direktur Wahana Lingkungan Independen (WALi), Muhammad Suhaji kepada beritamerdeka.net, Sabtu, 30 Mei 2020.

Menurut Aji sapaan akrab Muhammad Suhaji, mutu pembangunan aspal yang dikerjakan PT Seruway Indah Sekali selaku rekanan pelaksana diduga tidak sesuai standart. Sehingga dengan mudah aspal retak dan pecah di sejumlah ruas jalan.

"Kita menduga mutu aspal yang dikerjakan rekanan terkesan asal jadi, ini diperkuat dengan hasil Pansus yang dilakukan Komisi IV DPRK Aceh Tamiang beberapa waktu lalu," ungkap Suhaji sapaan akarabnya.

Disisi lain, Suhaji menilai lemahnya pengawasan dari CV As Desaign Consultant selaku Konsultan pengawas pada proyek tersebut menjadi alasan lain kurangnya mutu dalam pekerjaan aspal tersebut.

"Jika pengawasan yang dilakukan baik, pastinya kwalitas aspalnya juga baik, tapi ini tidak dilakukan maksimal oleh konsultan pengawasnya," ujar Aji yang juga warga Kecamatan Tamiang Hulu.

Sementara, Rekanan Pelaksana, Khairul, yang dikonfirmasi Wartawan melalui selulernya mengatakan bahwa proyek peningkatan jalan kabupaten tersebut masih dalam masa perawatan dan tentunya menjadi tanggung jawab pihak perusahaan untuk melakukan perbaikannya.

"Terkait kerusakan jalan tersebut merupakan beban moral bagi dirinya, terlebih dirinya sebagai putra daerah yang berdomisili di seputaran kawasan proyek.

Disamping bertanggung jawab atas proyek tersebut. Ini juga merupakan beban moral baginya terhadap masyarakat yang ada di sekitaran," ujar Khairul.

Khairul mengungkapkan, perbaikan aspal tersebut memerlukan waktu, karena material AMP (Asphalt Mixing Plant) baik di dalam maupun luar Aceh Tamiang menjelang lebaran sudah tutup dan akan dilanjutkan lagi setelah AMP beroperasi.

"Dipastikan jika setiap aspal terdapat retakan dan terkupas, tetap akan dibongkar dan diaspal kembali, memang beberapa hari ini mereka belum kerja karena merayakan idul Fitri, Insya Allah dalam dua hari ini akan dikerjakan kembali," tandas Khairul.| saiful alam |

Sponsored:
Loading...