Breaking News

Belajar Dari Rumah Diperpanjang, Siswa Baru Dimulai Awal Juni

Belajar Dari Rumah Diperpanjang, Siswa Baru Dimulai Awal Juni
H Zulkifli

Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, kini kembali memperpanjang masa libur sekolah dan belajar dari rumah bagi siswa madrasah hingga 20 Juni 2020.

Masa libur sekolah dan belajar dari rumah bagi siswa madrasah yang mulai diberlakukan sejak 16 sampai 28 Maret 2020 lalu. Kemudian kembali diperpanjang hingga 30 Mei 2020. Dan kini Kanwil Kemenag Aceh, kembali memperpanjang hingga 20 Juni 2020 mendatang.

Hal sebagaimana diungkapkan Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Aceh, H. Zulkifli, S.Ag, MPD, Senin 01 Juni 2020.

Disebutkan Zulkifli, bahwa kebijakan itu diambil sesuai dengan instruksi Guberbur Aceh nomor 8 tahun 2020 tentang Perpanjangan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Corona Virus Disease 2019 di Aceh.

Dikatakan, instruksi Gubernur Aceh atau aturan ini berlaku bagi seluruh sekolah, madrasah, Dayah Terpadu/Tahfiz dan lembaga pendidikan lainnya seperti, Taman Pendidikan Qur’an (TPQ), Majelis Taklim, Madrasah Diniyah Takmiliyah, Program kesetaraan dan lembaga kursus pelatihan.

Selain itu Zulkifli juga menjelaskan, bahwa penerimaan murid/siswa untuk tahun ajaran baru juga sudah bisa dimulai sejak 1 atau 2 Juni 2020.

Dimana, seluruh madrasah juga sudah diperbolehkan melakukan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021, baik secara tatap muka maupun melalui sistem dalam jaringan (daring).

“Namun yang perlu harus diingat adalah jika penerimaan siswa baru itu dilakukan secara tatap muka, maka harus mampu memenuhi protokol kesehatan. Kalau tidak, maka dianjurkan secara dering saja, “kata Zulkifli seraya menambahkan bahwa Kementerian Agama, juga menyediakan aplikasi PPDB bagi madrasah.

“PPDB dianjurkan menggunakan daring karena sesuai dengan edaran Direktur Kurikulum Sarana Prasarana Kesiswaan dan Kelembagaan (KSKK) Madrasah, PPDB dilaksanakan secara online, aplikasinya disediakan oleh pemerintah jika mau. Jika tidak mau silakan pakai aplikasi sendiri, “ujarnya.

Zulkifli juga menjelaskan, penerimaan siswa didik baru juga harus menyesuaikan kapasitas madrasah, tidak over load. “Jangan over kapasitas, sesuai dengan kemampuan madrasah saja, apalagi saat ini harus menjaga dan melaksanakan protokol kesehatan, “kata Zulkifli mengakhiri.| rusli ismail |

Sponsored:
Loading...
Loading...