Breaking News

Tim Dokter RSUD Teuku Umar, Bersyukur

Bayi Prematur dengan Berat 6 Ons Bertahan Hidup

Bayi Prematur dengan Berat 6 Ons Bertahan Hidup
Haura, bayi yang lahir dengan berat enam ons, akhirnya diperbolehkan pulang. (Beritamerdeka.net/Musliadi)

Calang, BERITAMERDEKA.net - Tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teuku Umar, merasa bersyukur telah merawat bayi baru lahir seberat enam ons dalam kurun waktu 81 hari bertambah beratnya menjadi 1.700 gram. Semula pihak rumah sakit pesimis, namun semangat sang bayi bertahan hidup hingga sekarang.

Bayi anak dari pasangan Edi Saputra (41) dan Almarhumah Neli Zahara warga Desa Jeumpheuk, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya. Akhirnya, Selasa (16/03/2021) diperbolehkan pulang untuk berkumpul dengan keluarganya.

Direktur rumah sakit setempat yang menyerahkan Haura, bayi yang semula beratnya enam ons ini kepada keluarganya. Direktur juga telah berkoordinasi dengan Puskesmas serta Dinkes Aceh Jaya, untuk memantau kondisi Haura.

Berdasarkan data yang didapatkan media ini, bayi berjenis kelamin perempuan dengan berat enam ons itu lahir prematur diusia kandungan 26 minggu, tanggal 22 Desember 2020 sekira pukul 23.40 Wib, melalui  operasi sesar atas indikasi impending eklampsia dan syndrome Lupus Eritematosus dengan berat badan lahir 600 gram.

Keuletan dan kesabaran para tim medis, kini berat badan Haura naik menjadi 1.700 gram setelah menjalani perawatan intensif selama 81 hari di ruang NICU RSUD Teuku Umar.

dr. Hendra Moeslem, Sp.OG selaku dokter spesialis kandungan yang menangani operasi sesar, mengatakan sangat jarang ditemukan kasus bayi baru lahir dengan berat badan dibawah 1000 gram yang mampu bertahan.

Dia menjelaskan ibu bayi hanya bertahan hidup selama lima hari pascaoperasi sesar atas indikasi Impending eklampsia dengan tekanan darah 220/140 mmHg saat masuk IGD disertai penyulit SLE.

Senada itu, Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) dr. Poppy Indriasari, Sp.A., menyebutkan bayi Haura sempat mengalami sesak dan tim NICU RSUD Teuku Umar berhasil merawat bayi Haura selama 11 minggu.

Dokter spesialis anak ini menuturkan, kini bayi Haura sudah melewati masa-masa kritisnya, dan saat ini sudah bisa dirawat oleh orangtuanya di rumah.

Sementara itu, Direktur RSUD Teuku Umar, dr. Eka Rahmayuli mengatakan, suatu prestasi dan keberhasilan tim medis ruang NICU RSUD Teuku Umar dibawah Dokter Penanggung Jawab Pelayanan yang mampu merawat bayi dengan berat badan lahir seberat 600 gram selama 81 hari.

Ditambahkan Direktur RSUD Teuku Umar, hari ini bayi Haura sudah diizinkan pulang dan dirawat kembali oleh keluarganya dengan bimbingan tim medis dari puskesmas terdekat supaya berat badan bayi tersebut tidak turun dan terus meningkat seiring dengan usia dan tumbuh kembangnya. |MUSLIADI|

Editor:
Iklan BM Bank Aceh
Sponsored:
Loading...
Iklan BM DPRA
Sponsored:
Loading...