Breaking News

Bantuan untuk Orang Kaya, Warga Demo dari Kantor Desa hingga ke Dinas Sosial

Bantuan untuk Orang Kaya, Warga Demo dari Kantor Desa hingga ke Dinas Sosial
Kantor Keuchik Didemo Kaum Ibu | foto syafrul

Langsa, BERITAMERDEKA.net -
Seratusan Warga Sukarejo yang didominasi kaum ibu menyerbu ke kantor Geuchik setempat, senin 18 mei 2020 pagi sekira jam 9.30 wib.

Pantauan media ini, Kedatangan Para ibu itu mengagetkan sejumlah perangkat Gampong yang sedang bekerja dikantor.

Namun kedatangan para ibu tersebut disambut baik oleh perangkat Gampong dan Babinkamtibmas setempat.

Para ibu merasa kecewa karena namanya tidak ada dalam daftar penerima BST yang ditempelkan pada papan pengumuman kantor Gampong. Padahal menurut mereka sangat layak menjadi penerima bantuan sosial tersebut.

Ketika berada di Dinas Sosial

Salah seorang warga yang ikut dalam kegiatan itu, Siti (35) mengatakan selain Tuha Peut dan Kepala Lorong, warga yang telah meninggal dan yang telah pindah masing masing tiga orang terdaftar nama sebagai penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) melalui Kantor Pos.

"Kami datang kemari untuk minta penjelasan kepada aparat yang berwenang untuk menjelaskan mengenai bantuan yang tidak tepat sasaran ini," tukas Siti geram.

Dalam pertemuan dengan para ibu di teras kantor, Geuchik Gampong Sukarejo Zubir, mengatakan mohon bersabar, kalau namanya tidak ada di Bantuan Sosial Tunai, maka akan di daftarkan pada bantuan yang bersumber dari dana Gampong/Desa, sementara kalau perangkat desa sudah dianulir termasuk yang sudah pindah.

"Tenang, bapak dan ibu, nanti akan kita daftarkan nama pada bantuan BLT dari Dana Gampong," tukas Zubir pada para pendemo yang didominasi kaum ibu.

Setelah masa mulai membubarkan diri, Geuchik Sukarejo Zubir kepada media ini, Senin 18 Mei 2020, mengakui bahwa ada beberapa perangkat desa dan warga yang meninggal serta warga yang pindah mendapat BST dan sudah dianulir.

Zubir

Dikatakan, saat ini penduduk Sukarejo terdiri dari 550 KK, yang mendapat Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Departemen Sosial sebanyak 80 KK, sementara bantuan dari Dana Gampong akan dialokasikan sebanyak 95 KK.

"Sekarang yang membingungkan uang Gampong/Desa belum ada sampai sekarang," kata Zubir

Sementara itu ditempat terpisah, pantauan media ini, puluhan warga Gampong Paya Bujok Seulemak mendatangi kantor Dinas Sosial Kota Langsa yang terletak dijalan Cut Nyak Dien Kota Langsa.

Usmawati (50) salah seorang dari dusun Perumnas Gampong Paya Bujok Seulemak mengatakan, kedatangannya untuk mempertanyakan mengapa tidak mendapat bantuan sementara beberapa waktu lalu sudah di data oleh perangkat Gampong.

"Tadi kami ke kantor Geushik, namun disuruh kesini oleh perangkat Gampong, untuk mempertanyakan kejelasan soal bantuan," kata Usmawati.

Sementara warga lainnya ibu Suyut (58), warga lainnya mengatakan, selama ada bantuan tidak pernah mendapat, tetapi karena presiden mengumumkan maka ianya datang menuntut.

Kata ibu itu lagi, suaminya sebagai tukang becak mengapa tidak dapat bantuan, sementara ada beberapa perangkat Gampong Paya Bujok Seulemak mendapat Bantuan Sosial Tunai.

"Itu yang namanya Sri Sudarlina, Rara Pratiwi dan Sudaryanti adalah aparat Gampong tapi mendapat bantuan, mengapa kami tidak," sebut Suyut tersedu dengan bersimbah air mata.

Armia

Sementara itu, saat di konfirmasi kepala Dinas Sosial kota Langsa Armia, menjelaskan prihal tumpang tindih dan tidak validnya data penerima bantuan dikarenakan Kemensos mengunakan pada tahun 2015, bukan data baru yang telah diverifikasi Dinas Sosial terhadap 66 Gampong di Lima Kecamatan dalam kawasan kota Langsa.

Dilanjutkan, sementara untuk tahap ini kuota penerima manfaat dari Bantuan Sosial Tunai (BST) yang dampak Covid 19 sebanyak 8321 orang warga Kota Langsa.

"Apabila tidak menerima BST maka dapat dimasukkan dalam BLT dari Dana Gampong/Desa ada yang 25% sampai 30% sesuai dengan surat Kemendes," jelas Armia. | syafrul |

Sponsored:
Loading...
Loading...