Breaking News

Bank Aceh

Banjir Pijay : Rendam Ribuan Rumah dan 500 Hektar Tanaman Padi, Irigasi Ambruk dan Satu Warga Meninggal

Banjir Pijay : Rendam Ribuan Rumah dan 500 Hektar Tanaman Padi, Irigasi Ambruk dan Satu Warga Meninggal
Anggota DPRA H Ikhsanuddin MZ ( baju biru ) saat meninjau banjir Pijay | foto r ismail

Meureudu, BERITAMERDEKA.net - Sejumlah fasilitas umum, sawah (tanaman padi), dan ribuan rumah warga di delapan kecamatan Kabupaten Pidie Jaya, dilaporkan terendam banjir bandang yang menimpa kawasan tersebut, sejak Sabtu malam, 9 Mei 2020.

Banjir yang terjadi, Sabtu malam itu dilaporkan merendami ratusan desa di delapan kecamatan.

Ketinggian air mencapai 1 sampai 1,5 meter. Selain merendami ratusan rumah warga, juga dilaporkan merendami 500 hektare areal sawah yang baru usai ditanami padi. 

Banjir itu, terjadi akibat tingginya curah hujan di daerah hulu sungai Krueng Meureudu, Krueng Beuracan, dan sejumlah sungai lainnya yang ada di Pidie Jaya, mengakibatkan sejumlah Daerah Aliran Sungai (DAS) di Pidie Jaya meluap.

Banjir itu juga membawa serta material lumpur masuk ke dalam rumah penduduk. Akibatnya, pemilik rumah harus bekerja keras membersihkan endapan lumpur yang menyelimuti lantai rumah dan halaman rumah mereka.

Persoalan lain juga, dampak dari banjir yang menggenangi pemukiman penduduk itu, satu jembatan permanen yang menghubungkan Desa Teupin Peuraho dengan Desa Rhieng Krueng di Kecamatan Meureudu, terpaksa dibongkar dan robohkan dengan menggunakan alat berat berupa beko, kata Jamal Pangwa kepada awak media.

Disebut, dirobohkannya jembatan tersebut karena sejak saat dibangun beberapa tahun yang lalu kondisi jembatan itu sudah salah. Kondisi jembatan itu menghambat aliran sungai.

Hal itu mnyebabkan air sungai melimpah ke pemukiman penduduk dan merendami rumah-rumah warga, kuhusnya di dua desa bertetangga tersebut.

Di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua, Pidie Jaya menyebabkan belasan gampong di kedua kecamatan bertetangga itu terendam banjir. Tinggi air antara 1,0 sampai 1,5 meter.

Kondisi itu membuat pihak Tim SAR dan BPBD turun ke lokasi banjir menyelamatkan warga yang rumahnya terendam.

Begitu juga Bupati Pidie Jaya H. Aiyub Abbas (Abuwa) dan Wabup H Said Mulyadi (Waled) bersama Kapolres serta dinas terkait turun langsung ke lapangan.

Dilaporkan, air mulai menggenangi pemukiman warga sekira pukul 10.00 WIB (Sabtu malam). 

Tidak hanya pemukiman, rumah penduduk, dan tanaman padi yang terendam, Tapi, juga ruas jalan kabupaten dan provinsi di dua kecamatan itu ikut terendam dan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua (sepmor) kecuali roda empat.

Kondisi tersebut menyebabkan, sebagian masyarakat yang terimbas banjir di beberapa gampong  terpaksa meninggalkan rumah mencari lokasi yang aman.

Banjir didua kecamatan itu merendami hampir 20 desa, yakni di Meurah Dua, anatara lain adalah Desa (gampong) Meunasah Raya, Gampong Blang, Dayah Kruet, Beuringen, Pante Beureune, Dayah Usen, Meunasah Mancang, dan Desa Jurong Teupin Pukat.

Sedangkan di Kecamatan Meureudu diantaranya gampong terendam banjir itu adalah Teupin Peuraho, Rhieng Krueng, Masjid Tuha, Meunasah Lhok, Meunasah Balek, Beurawang, dan Manyang Cut.

Sebelumnya juga dilaporkan, banjir yang terjadi di awal Ramadhan 1441 Hijriyah, telah menyebabkan sebuah irigasi permanen di Desa Lhok Sandeng dan Sarah Manee, roboh diterjang air bah.

Sedangkan di Uleegle, Kecamatan Bandar Dua, Pidie Jaya, juga dilaporkan akibat banjir yang menimpa kawasan itu, selain memporak porandakan pemukiman penduduk dan sarana umum lainnya.

Dilaporkan, seorang warga Desa Alue Keutapang bernama Mukhtar M. Nur ditemukan warga tewas tertimbun jembatan yang ambruk.

Warga bersama Tim SAR berhasil mengevakuasi warga yang tewas itu setelah dua hari kemudian.

Peristiwa yang menewaskan korban Mukhtar, kronologisnya, pada saat banjir dan air mulai naik ke pemukiman dan rumah penduduk, korban baru saja usai mengevakuasi keluarganya dari rumah ke tempat yang lebih aman.

Usai mengevakuasinya itu, kemudian korban kembali ke rumah untuk menjemput isterinya.

Namun, ketika tiba di satu jembatan, dia bersama sepeda motornya terjatuh bersama ambruknya jembatan.

Jenazah korban baru ditemukan setelah dua hari kemudian.| r ismail |

Sponsored:
Loading...