Breaking News

Kadishub Aceh jangan Pelit Informasi :

Bagaimana Nasib Pengadaan Tiga Kapal Senilai Rp 170 Milyar

Bagaimana Nasib Pengadaan Tiga Kapal Senilai Rp 170 Milyar
Ilustrasi

Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net - Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh, perlu menjelaskan tentang pengadaan tiga unit kapal pelayaran. Kapal Roro, yang dimulai pengerjaannya sejak 2019 dengan anggaran Rp 170 Milyar.

Menurut Ketua Fraksi Demokrat HT. Ibrahim ST.MT, anggaran untuk pembelian 3 kapal diplot dari APBA dilakukan secara bertahap,

HT Ibrahim

mulai tahun 2019 hingga tuntas pada tahun 2021 mendatang.

Pembuatan ke tiga unit Kapal Ro-Ro ini, kata Ibrahim, menggunakan anggaran multiyers (tahun jamak). Teken kontraknya sudah lama dilakukan oleh Dishub Aceh dengan rekanan pemenang tender.

"Kalau tidak salah tandatangan kontrak dilakukan pada Kamis, 19 September 2019 di Kemenhub, Jakarta," ungkap HT Ibrahim, Rabu 24 Juni 2020.

Pembangunan ketiga kapal Roll on Roll
(ro-ro) tersebut dilakukan dengan sistem kontrak multiyears atau tahun jamak. Kontrak pembuatan tiga unit Kapal Ro-Ro yang dibeli dengan uang rakyat Aceh ini resmi diteken dan diserahkan Dishub Aceh kepada rekanan pemenang tender, Kamis (19/9/2019), di Kemenhub.

"Nah, masa pembangunan kapal ini memakan waktu lebih dari dua tahun. Namun pak Plt Gubernur Aceh mengharapkan penyelesaian cukup dua tahun saja," kata Ibrahim.

Karena menurut Pak Nova ketika masuk tahun ketiga, kapal harus sudah bisa dioperasikan untuk tiga wilayah di Aceh yakni Sabang- Banda Aceh (PP)' Sinabang- Melaboh (PP)' dan Labuhahan Haji-Sinabang (PP).

Diduga tender ketiga kapal Ro-Ro sengaja dilakukan di Kemenhub karena Dinas Dishub Aceh menilai perusahaan yang ada di Aceh tidak mampu, kecuali perusahaan kapal yang berada di Pulau Jawa.

Namun yang menjadi pertanyaan pihak dewan (DPRA) sudah sampai dimana proses pengerjaan kapal itu dilakukan atau sudah berapa persen kapal ini dikerjakan oleh pihak rakanan..?

"Karena sampai saat ini kita belum mendapat laporannya, baik dari Dishub Aceh maupun dari pihak rakanan. Semestinya mareka tidak boleh pelit informasi, karena kapal ini dibeli dengan uang rakyat" ungkap T. Ibrahim.

Pengadaan pembangunan tiga unit kapal tersebut dilakukan berdasarkan Kesepakatan Bersama Pemerintah Aceh dan DPRA sesuai surat No. 14/MoU/2018 dan 2688/2018 tanggal 28 November 2018.

Ketua fraksi Demokrat ini mengakatakan, kapal-kapal tersebut untuk melayari lintasan :

1. Lintasan Pantai Barat - Simeulue (1.300 GT) pagu 77.25 milyar
2019 : 34,7 milyar
2020 : 42,5 milyar.

2. Lintasan Ulee Lheue - Balohan (1.100 GT) pagu 61,8 milyar
2019 : 27,8 milyar
2020 : 33,99 milyar.

3. Lintasan Singkil - Pulau Banyak (600 GT) pagu 41,2 milyar
2019 : 18,5 milyar
2020: 22,6 milyar.

Kadis Perhubungan Aceh, Junaidi yang telah dihubungi wartawan belum mendapat konfirmasi. Baik ditelpon dan WA belum dijawab.(*)

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...