Breaking News

Bank Aceh

Badan Jalan di Kunyet Dipenuhi Kubangan

Badan Jalan di Kunyet Dipenuhi Kubangan
KONDISI Jalan Gampong Kunyet menuju Pasar Kecamatan Pandang Tiji, Kabupaten Pidie mengalami rusak parah dipenuhi kubangan. Seorang warga berpura-pura menjala ikan di genangan air yang mirip danau, aksi ini sebagai bentuk protes atas kondisi infrastruktur itu

KETAATAN membayar pajak kenderaan, penghasilan, lampu penerangan jalan umum, bumi dan bangunan, ternyata tidak menjadi jaminan bagi rakyat untuk bisa menikmati pelayanan pemerintah dibidang pembangunan.

Seperti dialami masyarakat Gampong Kunyet, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie. Jalan yang menghungkan Kampong Kunyet ke Ibukota Kecamatan Padang Tiji, hingga kini kondisinya masih hancur-hancuran.

Melihat kondisi jalan kabupaten itu, sehinga seolah ada kesan bahwa Bupati seperti menganaktirikan kita. Buktinya, kerusakan jalan sebagai sarana fital bagi masyarakat umum tidak mendapat perbaikan 

Ahmad, termasuk diantara warga yang sangat kesal dengan kebijakan Pemkab Pidie ini. Sebab, jalan yang setiap waktu dilalui warga masyarakat untuk menuju ke pusat kota kecamatan itu terkesan dibiarkan hancur-hancuran.

Kekesalan serupa disampaikan Farkhrurrazi,35 tahun. Menurutnya, pembiaran kerusakan jalan tersebut merupakan kebijakan yang tidak bijak dari Pemkab. Sebab, menurut dia, siapapun yang melihat pembangunan jalan tersebut pasti merasakan adanya kesengajaan dari pemerintah daerah. “Pak Bupati. Kami juga warga Pidie, Tolong dibangun jalan Gampong Kunyet – ibukota Padang Tiji ini, “ujarnya berharap.

Masyarakat sangat berharap Pemkab segera merealisasi pembangunan jalan sepanjang lebih kurang empat kilometer menghubungkan Gampong Kunyet menuju Pasar Kecamatan Pandang Tiji, Pidie. “Ada cukup banyak lubang yang seakan telah berbentuk seperti danau lantaran genangan air usai diguyur hujan, “kata Fakhrurrazi.

Kondisi yang sangat menyedihkan itu sehingga membuat warga memanfaatkan genangan air yang mirip danau tersebut dengan menjala ikan. “Meski diakui, aksi menjalan ikan di kubangan tersebut adalah bentuk protes warga atas kondisi infrastruktur itu, “ungkapnya.

Disebutkan, kendati telah begitu lama rusak, tapi pemerintah tak juga memperbaikinya. Padahal, ruas jalan Kunyet - Padang Tiji itu merupakan satu-satunya akses penting bagi ribuan warga Kunyet,P adang Tiji dipelosok untuk menuju kota kecamatan.

Saban hari, ratusan warga yang bermata pencaharian sebagai petani kebun itu harus melintas ruas jalan yang sudah berubah wujud itu untuk mengangkut hasil kebun mereka. “Mulai setelah konfik Aceh, ruas jalan ini tidak pernah diperbaiki, “katanya.
.
Anehnya, sebut Fakhrurrazi, hanya dalam beberapa tahun terakhir ruas jalan Mila, Kecamatan Mila – Kunyet Padamng Tiji dibuka. Rute itu sudah langsung diaspal oleh pemerintah.

“Apa pembukaan ruas Jalan Mila – Kunyet itu dilakukan, karena mungkin diketahui di perbatasan pegunungan kawasan itu terdapat perkebunan milik Bupati Pidie. Harusnya kan program pembangunan memprioritaskan jalan utama bagi masyarakat, “kata Fakhrurrazi.| rusli ismail |

Sponsored:
Loading...
Loading...