Breaking News

Ayo Melancong ke Tangse

Ayo Melancong ke TangseFOTO: Istimewa
Pesona Tangse

MENDENGAR nama Tangse, orang berasosiasi dengan beras yang wangi dan enak dikonsumsi, yang diperoleh dari padi lokal cantek maneh, cantek lambayong, cantek peukarah, si mulue dan meukeueh.

Namun, pada kesempatan ini BERITAMERDEKA.net tidak mengangkat masalah kelebihan beras Tangse yang sangat enak dikonsumsi itu. Tapi hanya mengangkat sejumlah objek wisata dimiliki di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie.

Kawasan pegunungan itu sangat potensial dengan komoditas andalan ini. Sawah-sawah yang terhampar luas, gunung-gunung yang menjulang tinggi dan lebat dengan kayu-kayu besar merupakan sumber air yang tidak pernah kering serta sungai yang dimanfaatkan petani untuk saluran pengairan. Unsur-unsur alami tersebut menyatu menjadi satu dan melahirkan panaroma alam Tangse yang indah dipandang dan nyaman dirasakan.

Di sekeliling Kota Kecamatan Tangse, kemana saja mata memandang tampak terbentang gunung-gunung yang bervariasi ketinggiannya dan merupakan rangkaian dari gugusan Bukit Baraisan. Pada lembah-lembah di sekeliling Kota Tangse susun-bersusun petak-petak sawah yang tertata rapi. Keadaan suhu udara yang sejuk dan nyaman karena letaknya pada ketingginan dari atas permukaan laut.

Dilihat dari berbagai kelebihan dan keindahan alam yang dimiliki, tampaknya sangat tepat untuk tempat beristirahat dan rekreasi, agaknya Tangse merupakan pilihan. Selain panaroma alamnya yang indah, di wilayah ini juga terdapat sejumlah objek wisata seperti air terjun, kolam air panas, pantai sungai dan objek lainnya. Biasanya Kota Tangse ramai dikunjungi pendatang dari luar kecamatan pada hari minggu, lebaran, libur panjang dan  tahun baru.

 

Objek wisata alam sepanjang jalan Beureunuen–Tangse–Geumpang, menjadi pilihan utama para pelancong lokal, pasca Mou Helsinki. Apalagi, selama hari-hari libur. Meningkatnya arus pelancongan di kawasan tersebut berkaitan dengan semakian bagusnya kondisi jalan dan amannya kondisi keamanan.

Mulusnya jalan Beureunuen-Tangse-Geumpang telah mengubah wajah daerah pegunungan Bukit Barisan itu dari kesan angker dan rawan menjadi tujuan wisata. Walau pun masih terbatas dikunjungi wisatawan lokal dari Aceh Utara, Aceh Besar, Banda Aceh, Pidie Jaya dan warga Pidie sendiri.

Musim Durian

Faktor lain yang sangat mendukung ramainya pelancong berkunjung ke kawasan Tangse, karena saat ini di sana sedang berlangsung musim durian. Durian Tangse dikenal enak sampai ke seluruh Aceh, sama enaknya seperti beras Tangse yang telah sangat termasyhur namanya di seluruh Aceh dan Bahkan Sumatera Utara.

Beureunuen-Tangse, jaraknya 42 kilometer. Walaupun jalannya berkelok-kelok di punggung Bukit Barisan dan aliran sungai Krueng Baro, namun dengan kenderaan roda empat atau dengan sepeda motor dapat dicapai dalam tempo satu jam perjalanan kecepatan  sedang. Terlebih kondisi jalannya mulus berlapis aspal hotmix.

Di sepanjang jalan yang dilalui itu banyak terdapat tempat-tempat yang indah. Terlebih di sepanjang aliran sungai. Kalau dikelola menjadi tempat wisata secara profesional, tidak mustahil dapat menjadi sumber potensial bagi pemasukan kas daerah. Seperti di kawasan pintu terowongan intek Keumala, sekira 15 kilometer sebelah selatan Kota Beureunuen.

Potensi alam yang justru lebih indah dapat ditemui di sepanjang sisi kiri dan kanan Jalan, mulai dari Keumala-Tangse–Geumpang yang jaraknya sama dengan Beureunuen-Tangse. Lapisan aspalnya pun sama-sama mulus dengan Beureunuen-Tangse. Kondisi jalan yang sudah mulus sudah sampai 100 kilometert dari beureunuen. Atau sekira puluhan kilometer selepas Geumpang  ke arah Tutut-Aceh Barat.

Air Panas

Selain di sepanjang kawasan jalan Beureunuen–Tangse-Geumpang, ditemui banyak sekali lokasi objek wisata, seperti Kolam Jiem-Jiem dan Bendung Keumala, juga terdapat tempat pemandian air panas di Gampong pulo Seunong merupakan objek wisata terfavorit. Salah satu keunggulannya adalah letaknya dengan Ibukota Kecamatan Tangse, disertai fasilitas transportasi juga sangat mendukung.

Untuk mencapai ke lokasi air panas (istilah Aceh Ie Seu-uem), dari Kota Sigli bisa ditempuh dalam waktu satu jam, dengan jarak 63 kilometer ke arah selatan. Sepanjang perjalanan yang dilalui akan ditemukan pemandangan yang indah seperti keindahan lereng dan puncak gunung, areal persawahan yang berbukit-bukit dan aliran sungai dengan air yang masih jernih dihiasi bebatuan besar dan kecil.

Kulam Ie Seuuem (Kolam Air Panas) Pulo Seunong yang merupakan sumber air panas belerang berasal dari gunung, keluar dari celah-celah batu gunung, dengan potensi air-nya relatif stabil sepanjang waktu baik di musim hujan maupun di musim kemarau tertampung pada sebuah kolam yang masih dalam wujud semula jadi (alami-red), dengan suhunya sekira 35 derajat Celsius..

Di dasar kolam bertaburan pasir mengandung belerang dan berwarna kekuning-kuningan. Di sisi kolam juga mengalir sebuah sungai kecil, sehingga setiap saat tidak henti-hentinya terjadi sirkulasi air yang tertampung dalam kolam itu.

Berdasarkan keterangan penduduk setempat dan pantauan BERITAMERDEKA.net, Minggu 2 Agustus 2020, kolam air panas Pulo Seunong, diminati pengunjung. Hampir setiap hari puluhan pengunjung dari Kota Tangse maupun dari luar datang ke sana, terlebih di hari-hari minggu dan libur besar termasuk Hari Lebaran Idul Adha 1441 Hijriah tahun ini.

Selain bisa menikmati kehangatan air panas, para wisatawan juga bisa menyaksikan keindahan panaroma alam sekitar. Gampong Pulo Seunoing terletak di punggung Bukit Barisan. Pada sisi lain tampak petak-petak sawah yang tertata rapi.

Serta disuguhi beras Tangse terkenal karena enak dan wangi, berasal dari bibit lokal si meukuek, cantek maneh, cantek lambayong, cantek peukarah dan cirasi. Beras-beras asli asal Tangse lebih enaknya lagi jika dikonsumsi saat berada di lokasi yang berudara dingin seperti Tangse.

Berjarak satu kilometer dari kulam Ie Seu-uem (kolam air panas), juga terdapat objek wisata mulai ramai dikunjungi pelancong. Yaitu Air terjun Arung Jeram terletak di kawasan Gampong Alue Lhok, Kecamatan Tangse. Dari celah-celah patahan batu terbentuk aliran air jatuh ke dalam lembah curam terjal sedalam empat meter.

Arung Jeram

Dinding gunung tertutup hutan lebat dan air yang mengalir dari celah-celah batu gunung itu berwarna bening dan terasa dingin. Begitu pula suasana lingkungan sekitar terasa nyaman dan teduh. Keberadaan air terjun ini masih alami seperti semula jadi, belum tertata oleh berbagai perlakuan manusia.

Objek wisata air terjun ini, selain menarik untuk dinikmati karena keindahan alam sekitarnya yang mempesona, juga cukup tepat untuk dijadikan objek pengkajian ilmu pengetahun, khsusunya siswa sekolah menengah. Dari objek ini dapat diamati bentuk patahan batu dan tingkat pengikisannya, serta berbagai jenis flora dan fauna yang hidup di sana.

Objek wisata Air terjun Arung Jeram ini yang masih alami karena belum tersentuh tangan manusia, hanya dikunjungi untuk tujuan rekreasi penduduk sekitar dan pelancong lain di Kabupaten Pidie. Angka pengunjungnya pun relatif tinggi terlihat pada hari-hari libur panjang dan hari lebaran atau tahun baru dan hari minggu, termasuk libur Lebaran Idul Adha 1441 Hijriyah tahun ini.

Bagaimana, anda tertarik. Ayo melancong ke Tangse.| Rusli Ismail |

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...