Breaking News

Awas Ancaman Banjir, Selama Empat Bulan ke Depan Aceh Diguyur Hujan

Awas Ancaman Banjir, Selama Empat Bulan ke Depan Aceh Diguyur Hujan
Ilustrasi banjir di Aceh Utara

Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan wilayah Provinsi Aceh telah memasuki musim hujan sehingga masyarakat diminta untuk waspada terhadap bencana alam berupa banjir yang dipicu curah hujan dengan intensitas tinggi.

Koordinator Seksi Data dan Informasi BMKG Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh Besar Zakaria Ahmad di Banda Aceh, Senin 20 September 2021 mengatakan provinsi berjulukan “Tanah Rencong” itu telah memasuki musim hujan pada akhir September 2021 yang akan terjadi hingga akhir Januari 2022.

“Mulai musim hujan akhir September 2021, dan sampai akhir Januari 2022 nanti. Namun, tetap beda daerah, beda juga awal musimnya, dan beda juga akhir musimnya atau puncak musimnya,” katanya.

Beberapa daerah yang berpotensi hujan sedang hingga lebat dalam beberapa waktu ke depan, meliputi Aceh Timur, Aceh Tamiang, Langsa, Subulussalam, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Selatan, Aceh Singkil, dan sebagian wilayah pegunungan Aceh Utara.

“Sedangkan untuk kabupaten/kota lain kita perkirakan cuaca cerah berawan hingga berpotensi hujan dengan skala lokal, jadi tidak merata,” katanya.

Ia menjelaskan hampir seluruh wilayah “Bumi Serambi Mekkah” itu berpotensi banjir akibat intensitas hujan tinggi, mulai dari daerah dataran tinggi Gayo, wilayah di ibu kota Banda Aceh yang rentan banjir genangan serta wilayah-wilayah lain yang juga rentan dengan banjir luapan sungai.

Oleh karena itu, Zakaria mengingatkan warga untuk selalu waspada terhadap dampak yang ditimbulkan akibat intensitas hujan tinggi seperti banjir bandang, banjir luapan, serta potensi tanah longsor di wilayah pegunungan.

“Bagi yang di laut kita juga berharap, ketika tumbuhnya awan konvektif, awan hitam, supaya lebih hati-hati karena bisa menimbulkan cuaca buruk dan juga ‘waterspout’, artinya pusaran angin,” katanya.

Untuk tinggi gelombang laut, kata Zakaria, di wilayah Aceh sudah mulai membaik, karena Aceh sudah mulai memasuki angin timur, namun tetap perlu diwaspadai ketika ada awan hitam.

“Kalau tidak ada awan hitam, mungkin perlu diwaspadai di perairan Samudera Hindia barat Aceh, Selat Malaka bagian utara, utara Sabang yang tinggi gelombang laut bisa mencapai 3-4 meter, maksimumnya,” katanya.

Ia menyebut sejumlah kawasan yang relatif aman.

“Dan untuk di daerah pesisir, daerah pinggiran, tinggi gelombang kita masih aman. Dan juga untuk kecepatan angin antara 5-20 km per jam, ini kategori menengah, tapi tetap perlu diwaspadai,” katanya. (*)

Sponsored:
Loading...