Breaking News

AR dan PPS Diamankan Gegara Narkoba, Ternyata Keduanya Pelaku Pembunuh Rahmat Mauli

AR dan PPS Diamankan Gegara Narkoba, Ternyata Keduanya Pelaku Pembunuh Rahmat Mauli

Bireuen, BERITAMERDEKA.net - Setelah dua bulan berlalu, akhirnya pelaku pembunuhan terhadap seorang remaja di Kabupaten Bireuen, terungkap. Kedua pelaku membunuh korban secara keji dan kemudian membuang jasadnya di sebuah kebun kosong.

Dalam konferensi pers di Mapolres Bireuen, Senin kemarin, salah seorang pelaku AR, mengaku menghabisi korban karena tergiur dengan sepeda motor dan handphone yang dimiliki korban Rahmat Mauli, warga Gampong Meureubo, Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa menemukan tengkorak manusia di kebun kelapa. Dan polisi tak sengaja menemukan pelaku pembunuhan ini. Dimana pelaku tersandung kasus Narkoba di Langkat, Sumatera Utara.

Dan akhirnya terungkaplah, ternyata kedua pelaku menghabisi korban Rahmat Mauli, kemudian kabur keluar Aceh dan terjerat kasus Narkoba. Hingga terbongkarlah apa yang mereka lakukan terhadap RM

Kembali di konferensi pers. AR mengakui bahwa ia mengajak korban ke lokasi saya bekerja di Peudada dan melakukan pembunuhan itu pada tengah malam.

Dia menyebutkan tidak melakukan pembunuhan itu seorang diri, melainkan bersama seorang temannya, PPS, yang beralamat sama di Tanjung Pura.

AR memastikan pembunuhan pada tengah malam itu dilakukannya pada 28 Juli 2021. Ia bersama PPS menghabisi korban terlebih dahulu dengan memukul kepala korban, serta mencekiknya untuk memastikan korban sudah meninggal.

"Baru kemudian mayatnya kami di buang ke kebun kosong di pinggir jalan negara, tepatnya di Gampong Padang Kasab," tambah  pelaku yang menyebutkan setelah membunuh korban keduanya melarikan diri ke kampung halaman mereka dengan mengendarai sepeda motor milik korban.

Wakapolres Bireuen, Kompol Asli, mengatakan mulanya tim Reskrim Polres Bireuen menelusuri salah seorang pelaku pembunuhan, yakni PPS yang tersandung kasus narkotika dan ditahan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

"Hasil dari pengembangan, diketahui PPS dan temannya AR merupakan pelaku pembunuhan korban yang tengkoraknya ditemukan di kebun kosong pada 6 September lalu," jelasnya.

Kedua pelaku terbukti melakukan pembunuhan berencana sehingga dikenakan pasal 338 sub 340 dan 365 Jo, 55 KUHPidana dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup atau hukuman mati. |Umar A Pandrah|

Editor:
Sponsored:
Loading...