Breaking News

Ancaman Ketika Pilpres  Amerika, Mantan Kepala Keamanan Siber Perkarakan Donald Trump

Ancaman Ketika Pilpres  Amerika, Mantan Kepala Keamanan Siber Perkarakan Donald Trump

 BERITAMERDEKA.net - Mantan Kepala Agensi Keamanan Siber dan Infrastruktur Vital Amerika, Chris Krebs, memperkarakan bekas bosnya yang tak lain adalah inkumben Presiden Amerika Donald Trump. Dikutip dari kantor berita Reuters, Donlad Trump dan pengacaranya, Joe diGenova, diperkarakan dengan tuduhan telah mengancam dirinya terkait Pilpres Amerika.

"Joe diGenova telah menggaungkan konspirasi jahat terhadap anggota Partai Republikan yang menyatakan kebenaran dan menjalankan tugasnya dengan sepenuh hati," ujar permohonan yang dibuat oleh Chris Krebs, Selasa, 8 Desember 2020.

Diberitakan sebelumnya, Chris Krebs dipecat oleh Donald Trump November lalu karena berbeda pandangan dengannya. Di saat Donald Trump meneriakkan klaim bahwa dirinya kalah di Pilpres Amerika karena dicurangi, Krebs malah mengatakan bahwa Pilpres Amerika berjalan aman tanpa kecurangan dan intervensi.

Ketika Chris Krebs menyampaikan pernyataan tersebut, Donald Trump tengah berjuang memutarbalikkan hasil Pilpres Amerika dengan mendaftarkan gugatan di berbagai negara bagian. Pernyataan Krebs dianggap Trump merusak atau mengganggu upaya itu.


Chris Krebs, lewat Twitternya, sempat menyatakan bahwa sesungguhnya ia merasa tidak bermasalah dengan pemecatannya. Ia menyakini dirinya sudah bekerja dengan baik mengamankan Pilpres Amerika dari potensi-potensi intervensi. Belakangan, dirinya mempermasalahkan berbagai ancaman yang datang kepada dirinya pasca pemecatan.

Ancaman itu salah satunya datang dari DiGenova. Di tengah acara televisi yang disiarkan stasiun konservatif Newsmax, DiGenova mengatakan Chris Krebs pantas "disudutkan" dan "ditembak" karena menyatakan Pilpres 2020 "yang teraman dalam sejarah Amerika".

Chris Krebs, dalam tuntutannya, meminta tayangan di Newsmax tersebut dihapus. Selain itu, ia meminta ganti rugi materil atas gangguan yang ia terima karena pernyataan diGenova memicu ancaman pembunuhan ke Krebs.

Kubu Donald Trump, hingga berita ini ditulis, belum memberikan tanggapan.(*)

Sumber:tempo.co
Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...