Breaking News

Anak Tertua Ingin ‘Kangkangi’ Rumah Ortunya, Gugat Ibu Kandung ke PN Takengon

Anak Tertua Ingin ‘Kangkangi’ Rumah Ortunya, Gugat Ibu Kandung ke PN Takengon
Rumah Orang Tua yang disengketakan AH, sehingga gugat ibu kandung ke PN Takengon.

Takengon, BERITAMERDEKA.net – Seperti pepatah, Bagai air susu dibalas air tuba, begitu lah seorang Ibu bernama Alkausar (80) digugat oleh anak kandungnya sendiri ke Pengadilan Negeri Takengon.

Kasus melawan hukum itu terdaftar di Pengadilan Negeri Takengon pada 19 Juli 2021. Ibu berusia lanjut itu, digugat oleh anak pertamanya berinisial AH dan dikenai denda sebanyak Rp. 700.000.000.

Pengadilan Negeri Takengon sudah melaksanakan sidang sebanyak 13 kali, pada (23/11/2021) mendatang akan dilakukan sidang putusan atas perkara tersebut.

Alkausar memiliki sebelas anak, diantaranya lima laki-laki dan enam perempuan sedangkan AH adalah anak tertuanya. Namun, tak disangka oleh Alkausar anak kandungnya itu, menggugatnya ke Pengadilan Negeri Takengon hanya karena harta warisan satu unit rumah permanen lantai tiga di Blang Kolak II, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah.

“Hanya dia yang menuntut, ia sebut kami menumpang dirumah ini, seorang ibu diusir dari rumahnya sendiri, sedih saya nak,” kata Alkausar dengan nada sedih.

Alkausar menceritakan saat Almarhum suaminya masih hidup sertifikat rumah tersebut diminta oleh AH, lantaran takut digadaikan ke Bank untuk keperluan adik-adiknya. Karena AH merupakan anak tertua Alkausar pun memberikan sertifikat rumah itu kepada AH.

Alkausar, ibu kandung AH yang digugat soal rumah warisan, (Foto Roma)

“Saya kasih, karena ia anak tertua dan berpendidikan, ini pertimbangan saya waktu itu. Sudah pernah dilakukan musyawarah, namun tidak didengar, dia ingin rumah ini miliknya, rumah ini banyak yang punya nak, ini rumah warisan, bukan jual beli, jadi ada hak anak-anak yang lain disini, bukan dia aja,” terangnya.

Sengketa tersebut sempat viral di media sosial saat Pengadilan Negeri Takengon melakukan sidang lapangan pada Selasa (16/11/2021) kemarin. Video itu menuai kritikan dari netizen dengan sebutan anak durhaka.

 Saat dihubungi media, AH enggan berkomentar. Menurutnya video yang viral itu adalah rangkaian dalam persidangan yaitu sidang lapangan dihadiri oleh pihak terkait untuk mengetahui detail batas-batas tanah dari rumah yang menjadi sengketa itu.

“Saya no Comment, ini sudah menyangkut proses peradilan, demi menghormati pihak-pihak yang terlibat didalamnya, ini bukan ranah sendiri saya lagi, selanjutnya ke pengacara saya aja,” kata AH.

Pengacara penggugat AH, Basrah Hakim mengatakan, tidak ada niat kliennya untuk mengusir orang tua kandungnya dari rumah yang kini menjadi sengketa. Kasus ini dimulai oleh saudara kandung AH menggugat sengketa warisan itu, ke Mahkamah Syariah. Namun upaya itu menemukan jalan buntu.

“Saat ini, Klien saya balik menggugat di Pengadilan Negeri Takengon, ia hanya ingin hak nya dilindungi oleh undang-undang. Bahkan, kasus ini hampir final,” kata Basrah melalui sambungan selularnya.

Semua komentar atas kepemilikan tanah itu sudah ia tuangkan di pengadilan. Terkait gonjang-ganjing di media sosial ia enggan memberikan komentar lebih jauh. Yang jelas katanya, riak-riak di Medsos itu masih dalam tahap persidangan. 

“Itu sidang lapangan, dihadiri oleh Hakim, Pengacara tergugat dan Pengacara penggugat. Kita tidak tahu situasi jadi demikian dari pihak tergugat, untuk lebih jauh bukan kewenangan saya mengomentari cerita itu,” pungkas Basrah.

“Ini tentang hak, dan sudah punya sertifikat semuanya. Tidak mungkin pertanahan dan Notaris Budi Harto mengeluarkan surat tanpa sepengetahuan anak-anak dan orang tuanya,” tutup Basrah. | Roma |

Editor:
Sponsored:
Loading...