Breaking News

Amal Hasan Pastikan Seluruh Layanan Bank Aceh Syariah Berjalan Normal

Amal Hasan Pastikan Seluruh Layanan Bank Aceh Syariah Berjalan Normal
Amal Hasan, Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh. (Foto Ist)

Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net - Manajemen Bank Aceh Syariah memastikan, hingga saat ini tidak ada kendala apapun menyangkut operasional dan pelayanan Bank Aceh Syariah di seluruh wilayah kerjanya (Aceh dan Sumut), baik layanan transaksi tunai di staf kantor maupun layanan non tunai dan transaksi digital.

Hal itu disampaikan Amal Hasan, menjawab awak media yang mempertanyakan polemik layanan bank yang sedang hangat diperbincangkan publik disela-sela acara silaturahmi bersama pengurus dan anggota PWI Aceh kemarin di kantor PWI kawasan Simpang Lima Banda Aceh.

"Kita harus dapat menyikapi persoalan yang berkembang di tengah masyarakat secara bijak dan dengan pemikiran yang jernih, jangan dibangun persepsi seolah - olah kalau tidak ada lagi bank konvensional di Aceh, lalu serta merta layanan akan menjadi sulit karena layanan bank syariah dianggap belum siap, saya kira itu pemikiran yang keliru," ujar Amal Hasan, Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh.

Sekali lagi, ia memastikan, seluruh produk layanan dan jasa Bank Aceh berjalan dengan baik, normal dan lancar. seperti ATM, Mobile Banking (AcTiOn), Kartu Debet,  serta berbagai layanan transaksi bank lainnya. “Semua masih normal dan tidak ada kendala apapun,” tegasnya.

Ditambahkan Amal, Bank Aceh juga telah mempersiapkan Langkah-langkah antisipasi agar menghadapi liburan panjang Idul Fitri, layanan kepada nasabah dan masyarakat tetap berjalan optimal.

“Jadi kita harap masyarakat tetap tenang dan tidak perlu harus membawa stock uang tunai dalam jumlah banyak. Silahkan, bagi masyarakat yang sedang terkendala layanan perbankan pada Bank lain, untuk menggunakan dan memanfaatkan fasilitas layanan di Bank Aceh Syariah,” ujarnya.

Menyikapi berita tentang terganggunya beberapa layanan dan proses transaksi pada Bank Syariah Indonesia (BSI), Amal Hasan meminta semuanya melihatnya secara bijak, itu hanya  persoalan tahapan  dan proses sinkronisasi sistem yang sedang dikerjakan oleh bank tersebut.

"Saya pikir itu lumrah, jika terjadi kendala tekhnis sehingga terkadang gagal transaksi, tapi sifatnya sementara dan kita yakin nasabah tidak akan dirugikan" kata Amal Hasan. |rel/dec|

Editor:
Sponsored:
Loading...