Breaking News

Bank Aceh

Aku jadi Virus

Aku jadi Virus

Oleh : Syafrul

BERITAMERDEKA.net - Masih ingat lagu dari Band Slank berjudul "VIRUS" yang lirik/bait terakhir, " Aku bisa saja menjadi virus yang melumpuhkanmu," diliris pada September tahun 2001. Lagu itu terjual jutaan copy.

Bait terakhir lagu itu, kini sedang dirasakan penduduk dunia. Corona (Covid 19) pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Profinsi Hubei, Cina.

Pihak berwenang Cina pertama kali melaporkan pada 31 Desember 2019 tahun lalu yang dikaitkan dengan pasar makanan laut dan hewan di Wuhan.

Hampir 82% dari 75.000 lebih kasus yang terdata sejauh ini di Cina dan seluruh dunia, menurut data statistik Jhon Hopkins University.

Namun, para peneliti Cina dalam jurnal medisnya "Lancet" mengklaim orang pertama terkena virus Covid 19 didiagnosis pada 1 Desember 2019 (jauh lebih awal) dan orang itu tidak memiliki kontak sama sekali dengan pasar hewan dan makanan laut.

Sumber lainnya dari dokter senior RS Jinyintan di kota Wuhan mengatakan, kepada BBC Chinese Service bahwa pasien pertama merupakan seorang pria tua lanjut usia menderita sakit Alzheimer. Pada sehari hari berikutnya bahwa tiga orang lainnya mengalami gejala yang sama.

Kurun waktu selama 7 bulan lebih virus ini telah membunuh 209, dan positif Corona mencapai 2.491 orang di Indonesia, data pada tanggal 6 April 2020.

Sementara itu di seluruh dunia, merujuk pada data Jhon Hopkins total jumlah kasus terpapar Covid 19 positif mencapai 1.277.962 pasien, dari jumlah positif tersebut sebanyak 69.527 meninggal dunia, 264.048 berhasil sembuh, sisanya masih dalam perawatan. Data pada tanggal 6 April 2020.

Kini setidaknya 208 negara di dunia terpapar corona, termasuk Indonesia saat ini berjibaku melawan Corona.
Segala daya upaya dilakukan oleh pemerintah untuk melawan dan membasminya.

Dari ujung barat, Aceh hingga Papua, masing masing Pemerintah daerah melakukan penanganan terhadap penyebaran Covid 19 tersebut dengan berkoordinasi Pemerintah pusat.

Di Aceh, data terakhir 5 April 2020, 3 dari 4 pasien yg dinyatakan positif sembuh, namun jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) terus bertambah sebanyak 1.228 kasus, penanganan Covid 19 Aceh.

Penangganan terhadap penyebaran Covid 19 terus menerus dilakukan baik secara perseorangan dengan menjaga jarak (sosial Distancing), hindari kerumunan, cuci tangan, gunakan masker termasuk lebih banyak waktu berdiam diri dirumah.

Demikian halnya dengan pemerintah Aceh dan Pemerintah kabupaten kota di Aceh dengan melakukan penyemprotan disinfektan ditempat tempat tertentu. Mengeluarkan maklumat jam malam meski telah dicabut serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahayanya virus.

Sejumlah anggaran di gelontorkan, pengadaan alat alat medis seperti Rapit Test dan lainnya, Sejumlah Rumah sakit di tunjuk untuk menangani pasien yang terkontaminasi virus.

Upaya pencegahan hingga penanganan dilakukan secara sistematis dan terukur oleh Pemerintah ini diperlukan dukungan.

Pun demikian, kerja keras pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi hingga pemerintah Kabupaten/Kota akan sia sia, apabila masyarakat tidak mematuhi dan menaati peraturan dan kebijakan pemerintah terhadap penanggulangan virus Covid 19 ini.

Karena itu, perlunya kesadaran dimulai dari diri sendiri tiap tiap anggota masyarakat untuk mematuhinya dan menaati apapun yg menjadi kebijakan ini

Peperangan terhadap virus ini bak melawan hantu, mending kata orang hantu sesekali terlihat.

Namun, Covid 19 ini sama sekali tidak terlihat secara kasat mata. Para ilmuwan dari Nasional Institutes of Healt (NIH)harus mengunakan Mikroskop berteknologi tinggi (Elektron) tidak bisa mikroskop biasa.

Masa ini seluruh dunia terguncang, virus Covid 19 meluluh lantakan segala sektor sendi sendi kehidupan masyarakat, sosial budaya, ekonomi hingga merubah kebijakan politik.

Peperangan melawan virus butuhkan kesadaran secara individual dalam melakukan pencegahan, hal hal yg dapat terkontaminasi sebaiknya dihindari.

Terbukti, lirik lagu Band kenamaan itu kini kini menjadi setan yang menakutkan dan menjadi iblis yang menyesatkan, kembali ke lirik pertama

Terbukti lirik lagu band ternama itu jadi setan menakutkan dan iblis yang menyesatkan.

Seperti kata bijak menjaga jarak bukan berarti aku pergi, aku cuma sadar dan tau diri. Kita harap semoga bencana ini cepat berakhir.***

Sponsored:
Loading...