Breaking News

Aksi Lempar Cat di Kruengsimpo Sebuah Teror Pengganggu Kedamaian

Aksi Lempar Cat di Kruengsimpo Sebuah Teror Pengganggu Kedamaian

Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net - Aksi pelemparan cat terhadap mobil yang lewat di lintas Bireuen - Takengon pada malam hari merupakan awal sebuah teror.

Kejahatan ini bisa mengganggu keamanan dan kedamaian Aceh. "Jika tidak segera dicegah dan diberantas, kejahatan seperti ini bisa menjadi pola atau model yang ditiru oleh pelaku lain di daerah lain pula," kata Kepala Ombudsman Aceh, DR Taqwaddin kepada media ini, Sabtu 13 Maret 2021.

Pihaknya meminta kepada pihak Kepolisian di Bireun dan Bener Meriah untuk melakukan pengintaian guna mencegah dan menangkap pelaku kejahatan tersebut secepat mungkin.

Dimohon juga partisipasi para warga dan Pemerintah Gampong di sekitar jalan raya untuk bersama-sama dengan pihak Kepolisian melakukan upaya sehingga kejahatan tersebut tidak lagi terjadi.

Kejahatan ini perlu segera diantisipasi karena telah mulai menimbulkan ketakutan bagi para pengguna jalan raya di malam hari.

" Ini tidak boleh dibiarkan.
Karena jika dibiarkan ini akan berdampak bagi kemajuan usaha wisata yang sedang digalakkan di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah," tambahnya.

Saya minta kepada Kapolres Bireun dan Kapolres Bener Meriah untuk segera mengerahkan pasukannya guna memberantas kejahatan dengan modus baru ini. Bisa jadi, mulanya ini aksi iseng. Tetapi apa pelaku sadar bahwa kejahatan yang dilakukannya bisa mencelakai orang lain.

Misalnya, cat yang dilemparkan tersebut pas mengenai kaca depan sopir, sehingga sopir tidak bisa melihat jalan sementara dia dalam kecepatan tinggi.

Bayangkan apa yang bakal terjadi terhadap semua penumpang ! Perbuatan ini membahayakan nyawa orang lain. Makanya, saya menyebutnya dengan kejahatan.

Taqwaddin minta para pelaku agar segera hentikan perbuatan yang membahayakan orang lain. Polisi harus juga segera bertindak.

Jangan gara-gara kejahatan ini, citra damai dan kondusif yang telah diupayakan secara optimal sirna gara-gara kejadian ini.

Sehingga, para wisatawan tidak berani berangkat malam hari untuk liburan keluarga ke Aceh Tengah dan Bener Meriah, pada akhirnya secara perlahan membunuh industri pariwisata.

Ia menyarankan, Pemerintah Kabupaten Bireun dan Bener Meriah harus menaruh kepedulian untuk menyelesaikan masalah ini. (*)

Iklan BM Bank Aceh
Sponsored:
Loading...
Iklan BM DPRA
Sponsored:
Loading...