Breaking News

Akibat Medsos dan Rayuan Mantan, Hidup Putri Menderita

Akibat Medsos dan Rayuan Mantan, Hidup Putri Menderita
Foto : Illustrasi

Langsa, BERITAMERDEKA.net - "Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak", qoute ini, sangat tepat seperti yang dirasakan Putri saat ini. Ia bahkan tidak menyangka, kehidupannya bisa berakhir menyedihkan. 'Bak' dalam sinetron, kehidupan berputar dan penyesalan datangnya belakangan.

Putri yang bukan nama sebenarnya, membeberkan kisah pilu hidupnya ke media ini. "Saya hanya ingin, supaya orang lain, jangan seperti saya. Dan ini pembelajaran untukku juga, gegara media sosial, hidupku menderita," sebutnya dengan wajah sedih.

Bermula dari mantan menanyakan kabar melalui Medsos, lalu percakapan berlanjut menanyakan status, pekerjaan suami, anak berapa dan umur nya berapa, apa kegiatan sehari-hari. Bagi Putri, pertanyaan mantan masih biasa saja dan tak soal untuk menjawabnya.

Makanya, ujar Putri, ibu muda berusia 28 tahun, yang memiliki anak balita ini, terus berkomunikasi dengan mantan.Tak puas sampai di situ, percakapan pun ditingkatkan mengunakan whatshap.

"Terkadang kami video call saat berkomunikasi. Saya terhanyut ke masa lalu, ke masa.pacaran dulu. Dan hal ini, berlangsung selama enam bulan," ungkap Putri seraya jemarinya mengusap air mata.

Dia tahu suamiku bekerja diluar kota, kata Putri lagi. "Suatu malam kami bertemu disebuah cafe. Dia membawakan bingkisan besar. Mulai dari jilbab mahal hingga pakaian anak. Dia rela merogoh koceknya, aku terharu," ungkap Putri.

Itulah awal pertemuan, sebut Putri. Hari berikutnya pesan WA mulai sedikit genit dan nakal. Anehnya aku makin terhibur. Mulailah setan merayapi ku.

"Aku tak segan-segan memberi foto foto vulgar permintaannya. Meski hanya ditemani anakku, setiap malam ku lalui penuh bunga-bunga bertebaran," tukas putri seraya terisak.

Malam minggu itu, di sebuah tempat di luar kota pertemuan kedua, kami sudah langsung chek in hotel. Malam jahanam itu dan malam malam lainnya awal dari kehancuran rumah tanggaku, ungkapnya.

Suatu pagi, aku mual dan muntah, kata Putri. Namun tak ku hiraukan. Tapi kejadian tersebut, berulang setiap hari. Tanpa pikir panjang memeriksa ke dokter. Dokter pun menyatakan, kalau Putri hamil. "Aku terhenyuh, perasaan galau kian menghantui," katanya lagi.

Mulanya aku menutupi perut yang mulai tampak gendut. Namun lama kelamaan orang tuaku curiga, apalagi mereka mengetahui setahun belakangan ini, suamiku tak pulang.

Suami dituntut pulang oleh orang tua ku. Tanpa basa-basi, suamiku pun cek Wa dan FB. Aku bingung dan panik. Masih ada pesan-pesan nakal ku di situ. Aku menangis sejadi - jadinya. Permintaan maaf pun tak dihiraukan.

Akhirnya, perceraian itu terjadi. Berselang beberapa waktu mencoba menghubungi mantanku. Namun apa yang ku temui, handphone-nya tidak aktif berhari-hari.

"Saya cari dia kemana-mana hingga bertanya kepada temannya, tapi hingga sekarang tak bertemu bahkan nomor hp-nya sudah tidak aktif lagi," kata Putri.

Kini usia kandungan sudah tujuh bulan. Menjalani hari hari terasa berat dalam kesedihan karena penyesalan. Seraya menunggu persalinan untuk memenuhi kebutuhan, Putri bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Linangan air matanya tak dapat dibendung saat menceritakan kisah asmaranya bersama mantan. Putri bersikukuh untuk membeberkan kepada media, ia berharap khilafnya dapat dimaafkan oleh orang tua dan juga mantan suaminya. Sementara anaknya yang balita bersama mantan suami.

Sementara kedua orang tuanya marah hingga mengusir Putri dari rumah. Kini tinggallah penyesalan setiap hari yang dijalani Putri.
| Syafrul |

Editor:
Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...