Breaking News

Adab, Tata Cara, dan Do'a Memandikan Jenazah

Adab, Tata Cara, dan Do'a Memandikan Jenazah
Pelatihan fardhu kifayah Gampong Blang Kuta Coh. (Foto Ist)

Samalanga, BERITAMERDEKA.net - Ketika memandikan jenazah, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan. Untuk itu, pihak Gampong Blang Kuta Coh, mengadakan pelatihan praktek memandikan jenazah, yang diikuti puluhan wanita dan laki-laki selama dua hari.

Demikian disebutkan Basri Muhammad Keuchik Gampong Blang Kuta Coh, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen, Jum'at (7- 8/5/2021) di desa setempat.

Dikatakan, sudah menjadi hal mutlak yang akan dialami semua  manusia yang hidup. Tidak ada seorang pun yang dapat menghindari kematian dan setiap manusia pasti akan menemukan ajalnya.

Roda kehidupan manusia perihal kelahiran dan kematian adalah dua hal yang diketahui dan disadari. Namun, jika kelahiran manusia akan disambut dengan suka cita, beda hal dengan kematian yang akan meninggalkan kesedihan bagi yang ditinggalkan.

Allah SWT berfirman dalam QS. Luqman ayat 34 yang artinya:

"Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."

Dalam Islam, seorang Muslim memiliki empat kewajiban terhadap jenazah. Yakni, memandikan, mengkafani, menyalati, dan menguburkan. Ini termasuk syarat wajib mengurusi jenazah yang hukumnya fardhu kifayah. Di mana, jika sudah ada seorang yang memandikan jenazah, maka kewajiban bagi Muslim lainnya telah gugur atau tidak diwajibkan memandikan jenazah.

Kewajiban yang pertama adalah memandikan jenazah. Untuk melakukannya, tidak bisa secara sembarangan. Sebab, ada tata cara dan aturan dalam proses tersebut. |Umar A Pandrah|

Editor:
Sponsored:
Loading...