Breaking News

Ada Mosi tak Percaya Ditubuh PNA Aceh Jaya..?

Ada Mosi tak Percaya Ditubuh PNA Aceh Jaya..?

Calang, BERITAMERDEKA.net-Sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nanggroe Aceh (DPW PNA) Kabupaten Aceh Jaya menyatakan mosi tak percaya terhadap pengurus partai yang di pimpin Tgk Sabri Hasan.

Zulkifli atau Yahdun Atsar salah seorang pengurus Partai menyampaikan saat ini para pengurus parpol PNA baik ketua 1, bendahara maupun dari ketua-ketua kecamatan yang Sk nya dibawah pengurus saat ini merasa terzalimi dan dikambing hitamkan.

Ia mengungkapkan, selama ini pihaknya cuma menanggung utang baik masalah sewa kantor sampai ke atribut partai namun dari pihak pengurus tidak pernah memperdulikan terhadap nasib para pengurus partai lainnya baik pengurus 1, bendahara maupun pengurus kecamatan.

Menurutnya, para pengurus DWW PNA tidak pernah terbuka dengan para pengurus lainnya terutama masalah dana yang diterima partai baik dana dari donatur maupun bantuan dari dewan ( parlemen) DPRK Kabupaten Aceh Jaya.

"Paling parah uang hibah dari APBK via Kesbang Pol sebesar Rp 78 juta semua disikat habis oleh pimpinan partai dan mereka menukarkan Rekening partai dengan menghapus nama bendahara atas nama T. Agus Salem dalam pembukaan Rekening baru," ungkap Zulkifli. Sabtu 20/2/2021.

Lebih lanjut, Zulkifli menyampaikan atas nama pengurus dan 8 Ketua DPC menuntut ketua dan sekjen DPW PNA Kabupaten Aceh Jaya untuk mempertanggung jawabkan dana partai sebanyak Rp 87 juta yang bersumber dari hibah APBK yang di alokasikan melalui Kesbang Pol Aceh Jaya .

"Kami selaku anggota atau ketua kecamatan juga pengurus DPW  Aceh Jaya uang tersebut menuntut pertanggung jawaban dana masuk yang telah diterima partai," terang Zulkifli.

Bukan hanya itu, yang lebih parah kata Zulkifli, Tgk M Nasir selaku Sekjen DPW PNA Aceh Jaya juga mengeluarkan nama pengurus Partai atas nama T Agus Salem sebagai bendahara partai untuk menarikkan uang partai.

"Ini diluar kewajaran apa yang dilakukan Tgk M. Nasir menggantikan nama bendara partai demi kepentingan pribadinya," terangnya.

Sementara Sekjen Partai Nanggroe Aceh (PNA) Aceh Jaya, Tgk M Nasir bin Razali atau yang lebih dikenal Tgk Acut mengungkapkan apa yang disampaikan oleh Zulkifli atau Yahdun itu semua tidak benar.

Menurutnya, apa yang disampaikan, ia tidak benar adanya dan telah mencemarkan nama baik pengurus DPW PNA dan pribadinya karena apa yang dituduh tidak pernah dilakukan.

"Bahkan terkait uang masuk Rp 78 juta itu tidak pernah diterima oleh partai dan yang pernah diterima cuma RP 56 juta lebih, dan mereka tidak ada hak untuk menuntut karena telah digunakan sesuai prosedur," jelas Tgk M.Nasir.

Tgk M. Nasir juga meminta pada Zulkifli untuk menjelaskan 8 ketua DPC PNA tersebut ke publik terkait mosi tak percaya terhadap pengurus DPW PNA yang ia pimpin saat ini.

"Ia harus sebut yang mana 8 Ketua DPC PNA yang tidak percaya pada pengurus DPW PNA Aceh Jaya," harapnya.

Oleh karena itu, selaku pengurus DPW PNA Aceh Jaya akan menuntut secara hukum karena telah melakukan pencemaran nama baik, apa yang disampaikan tidaklah benar adanya.

"Kita akan menuntut secara hukum yang berlaku karena telah melakukan pencemaran nama baik, baik secara pibadi maupun selaku pengurus partai," jelasnya.

Ia menerangkan, perbuatan melakukan tuduhan, penghinaan atau pencemaran nama baik melalui media sosial, selain masuk dalam kategori pencemaran nama baik sebagaimana diatur dan diancam dalam KUHP (Pasal 310) juga termasuk dalam perbuatan yang melanggar ketentuan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Bahkan, Dalam Undang-Undang ITE, pencemaran nama baik diatur dalam Pasal 27 ayat (3) jo. Pasal 45 ayat (1), yang masing-masing dikutip sebagaimana berikut :

“Setiap orang dengan sengaja, dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.”

"Kita akan membawa ke ranah hukum karena telah menyerang tanpa bukti dan melakukan pencemaran nama baik organisasi dan pribadi," imbuh Tgk M. Nasir. |MUSLIADI|

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...