Breaking News

Aceh Berpeluang Jadi Sentra Produksi Jagung, Begini Alasannya

Aceh Berpeluang Jadi Sentra Produksi Jagung, Begini AlasannyaFOTO: Istimewa
Ilustrasi

Banda Aceh,BERITAMERDEKA.net - Bila dikembangkan secara serius Provinsi Aceh akan mampu menyamai produksi jagung di Pulau Jawa. Ini disebabkan daerah Aceh memiliki lahan sangat luas dan subur berpeluang menjadi sentra produksi jagung.

Demikian dikemukakan seorang tokoh dan pengamat pertanian Ir H Teuku Iskandar MSi yang berbicara dengan BERITAMERDEKA.net di Banda Aceh, Minggu 12 Juli 2020.

Dikatakannya, bila dikembangkan secara serius Aceh akan mampu menyamai produksi jagung di lima provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan serta Lampung yang rata-rata memproduksi jagung 17,4 juta ton pertahun.

Mantan Kepala Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Aceh itu menambahkan,  penanaman jagung di Aceh memiliki potensi besar dan varietas hibrida sangat tepat digunakan untuk mengejar target produksi. Apalagi bila pihak perbankan ikut berperan untuk membiayai para petani di Aceh.

“Perlu kerjasama antara pemerintah daerah dan perusahaan lokal dan perbankan untuk mewujudkannya maksud tersebut,” kata Teuku Iskandar.

Katanya, Kebutuhan jagung secara nasional untuk konsumsi dan industri pakan ternak rata-rata mencapai 22 juta ton, sementara produksi jagung nasional yang berada di lima provinsi itu hanya 17,5 juta ton.

“Dilihat dari hasil produksi jagung secara nasional selama ini berarti Indonesia masih saja terjadi                     defisit (kekurangan) sekitar 4,8 sampai 5 juta ton. Sebab itu pula Kementerian Pertanian menargetkan produksi jagung nasional ke depan sekira 24 sampai 25 juta ton.

Diakui Iskandar, memang selama ini ada beberapa bentuk kerjasama telah dilakukan pihak BPTP Aceh dengan Bank Indonesia (BI) Banda Aceh terkait penelitian dan pengembangan seperti dalam pengembangan kluster jagung pipil di Saree Aceh dan Jantho dengan melibatkan perbankan. 

Selain kerjasama dengan bank, BPTP juga pernah dilakukan pengembangan jagung komposit Aceh dengan Dinas Pertanian Aceh yang dibantu team ahli dari Korea (International Corn Fondation).

“Jagung komposit Aceh merupakan plasmanutfah lokal yang layak dikembangkan, saat ini sedang diupayakan pelepasan sebagai varietas unggul daerah, ”ujarnya.

Menanggapi peluang pengembangan Aceh menjadi sentra produksi jagung di Aceh, Teuku Iskandar mengatakan, secara umum petani di Aceh lebih tertarik menanam jagung komposit, karena bisa ditanam berulang-ulang. 

Alasan lain, juga karena benih hibrida di Aceh sangat tinggi harga sehingga membuat petani lebih condong memilih komposit.

Sementara di Aceh Besar berbeda dengan daerah lain, petani disini lebih menyukai menanam jagung manis, karena umurnya pendek sehingga bisa lebih cepat panen dan harga jualnya juga lebih menguntungkan.

“Kita harapkan Aceh dibawah kepemimpinan Plt Gubernur, Nova Iriansyah bisa membantu ketersediaan bibit jagung unggul untuk petani, ”harap Iskandar.| Rusli Ismail |

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...