Breaking News

Abdee Slank Jadi Komisaris Telkom, Anak Band Kini Bergaji Miliaran  

Abdee Slank Jadi Komisaris Telkom, Anak Band Kini Bergaji Miliaran  

Jakarta, BERITAMERDEKA.net - Abdi Negara Nurdin atau lebih dikenal dengan nama Abdee Slank didapuk menjadi Komisaris PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Persero) (TLKM). Penetapan ini berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) hari ini, Jumat (28/5/2021).

Abdee lahir di Donggala, Sulawesi Tengah, 28 Juni 1968. Abdee merupakan salah satu gitaris Slank dengan gitaris lainnya, Ridho dan pernah bermain dengan gitaris nasional dan internasional lainnya, salah satunya Paul Gilbert. Selain itu dia juga tampil sebagai vokalis pendukung, penulis lagu dan produser.

Berikut adalah fakta-fakta penunjukan Abdee Slank menjadi Komisaris Telkom yang dilansir Okezone, Minggu (30/5/2021).

1.Alasan penunjukan Abdee Slank
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menjelaskan, pengalaman Abdee di dunia musik sejalan dengan core business Telkom. Salah satunya adalah penguatan konten. Hal ini dinilai sejalan arahan Menteri BUMN Erick Thohir.

"Kita tahu Telkom itu masih belum kuat kontennya. Pak Erick dorong Telkom agar masuk ke konten. Nantinya Abdi ini akan bantu supaya Telkom ini kuat di konten yang dijual ke publik," ujar Arya saat dikonfirmasi, Sabtu (29/5/2021).

2. Pengalaman Abdee Slank
Mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, penunjukan Abdee merupakan hal yang pantas karena kiprah gitaris Slank tersebut selama ini sudah melampaui kapasitas sebagai seorang musisi.

"Selain matang di industri musik dan hiburan, Abdee yang saya kenal sejak tahun 2005, sudah membuktikan eksistensi di organisasi masyarakat dan pemerintah. Selain aktif dalam kegiatan sosial, lingkungan hidup, gerakan anti Narkoba serta gerakan anti Korupsi, dia mendukung setiap semangat perubahan. Saya yakin dia akan mendorong dan memberikan semangat baru bagi Telkom," ujar Triawan kepada wartawan, Sabtu (29/5/2021).

3. Jabatan lain Abdee Slank
Menjadi komisioner ternyata bukan hal baru bagi gitaris band legendaris itu. Ya, dia juga diketahui menjabat sebagai komisioner di dua perusahaan berbeda, yakni di PT. Sugih Reksa Indonesia (2020-sekarang) dan PT. Nagara Sains Ekosistem (2021-sekarang).
Tak hanya itu, dia juga sempat mendirikan beberapa perusahaan yang bergerak di bidang musik yakni PT. Hijau Multi Kreatif (2005- sekarang) dan Maleo Music (2009-sekarang).

4. Gaji Komisaris Telkom
Berdasarkan, laporan keuangan Telkom Indonesia tahun 2020.

Remunerasi bagi Dewan Komisaris ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-04/MBU/2014.

Di mana, besaran gaji seorang Komisaris Telkom akan disesuaikan dengan jenis jabatannya. Komut mendapat yang paling besar jumlahnya untuk gaji dan tunjangan lainnya. Remunerasi tersebut juga ditetapkan tiap tahun dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Komponen remunerasi Dewan Komisaris berdasarkan beleid tersebut adalah gaji atau honorarium, tunjangan yang terdiri dari tunjangan hari raya, tunjangan transportasi, tunjangan asuransi purna jabatan, lalu ada fasilitas yang terdiri dari kesehatan dan bantuan hukum, terakhir adalah tantiem atau insentif kerja, dimana, tantiem dapat diberikan tambahan berupa penghargaan jangka panjang.

Untuk tahun 2020, total remunerasi yang dibayarkan kepada seluruh Dewan Komisaris Telkom adalah Rp96,0 miliar.

Rinciannya, Komut Rp 9,86 miliar per tahun yang terdiri dari honorarium dan tunjangan lainnya Rp 3,81 miliar dan tantiem Rp 6,06 miliar.

Sementara gaji Komisaris Independen dari Rp1,49 miliar sampai Rp11,31 miliar per tahun. Besaran remunerasi masing-masing Komisaris Independen berbeda-beda dari nilai gaji dan tunjangan serta tantiem. Untuk yang besaran Rp1,49 miliar ini ada yang sama sekali tidak mendapat tantiem atau hanya berupa gaji dan tunjangan lainnya.
Sementara untuk jabatan Komisaris total remunerasinya mulai dari Rp1,48 miliar sampai Rp 8,86 miliar.

Angka tersebut juga terdiri dari gaji dan tunjangan lainnya, serta tantiem. Bagi yang mendapat Rp1,48 miliar ini tercatat tidak mendapatkan tantiem, sementara yang mencapai Rp 8,86 miliar tercatat berupa gaji, tunjangan lainnya, dan tantiem.

Masih dalam laporan keuangan 2020 Telkom Indonesia, anggaran sebesar Rp 96,0 miliar untuk remunerasi ini dibayarkan kepada seluruh Dewan Komisaris yang berjumlah 16 orang.(*)

Sumber:Okezone
Sponsored:
Loading...