Breaking News

Memperingati Hari Thalassemia Dunia

750 Penyintas Thalasssemia Melakukan Transfusi di RS di Aceh

750 Penyintas Thalasssemia Melakukan Transfusi di RS di Aceh

Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net – Tanggal 8 Mei merupakan peringatan Hari Thalassemia Dunia. Peringatan yang dilakukan setiap tahun ini, dipusatkan di Cyprus. Peringatan Hari Thalassemia Dunia tahun ini, diharapkan dapat menjadi tonggak bagi seluruh pihak di Aceh, guna mengatasi kesenjangan kesehatan para penyintas thalassemia di Aceh.

Aceh berada pada posisi persentase prevalensi thalassemia minor tertinggi di Indonesia dengan angka 13,4 persen. Data yang dikeluarkan oleh Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan tahun 2007 ini, mengungkapkan bahwa masih banyak penduduk Aceh belum memahami bagaimana seseorang dapat menderita penyakit thalassemia.

Thalassemia adalah penyakit kelainan darah yang belum ada obatnya, dan para penyintas thalassemia sangat tergantung dari darah para pendonor darah. Karena ini adalah penyakit yang diturunkan oleh kedua orang tua si anak, maka perlu dilakukan screening pada calon orang tua sebelum menikah, apakah mereka berpotensi melahirkan anak dengan thalassemia mayor atau tidak, jelas Direktur Eksekutif Yayasan Darah untuk Aceh (YADUA) Nurjannah Husien di Banda Aceh, Jumat (7/05/2021).

Nuu sapaan akrab Nurjannah, menyebutkan data yang dihimpun YADUA, ada lebih dari 750 penyintas thalassemia melakukan transfusi di rumah sakit yang tersebar di seluruh Aceh. Data 2018 merilis ada sekitar 550 pasien yang rutin melakukan tansfusi di Rumah Sakit dr. Zainal Abidin Banda Aceh, dan lebih 50 persen penderita thalassemia adalah usia anak.

Selama ini, biaya pengobatan pasien thalassemia ditanggung pemerintah  melalui BPJS Kesehatan, antara 11 – 25 juta rupiah per bulan per pasien. Jika satu pasien menghabiskan biaya antara 300 – 400 juta rupiah per tahun, maka penambahan satu orang pasien saja setiap bulan akan menambah biaya pengobatan secara signifikan.

Sementara itu, Ketua PKK Provinsi Aceh, Dr.Ir.Dyah Erti Idawati, M.T. menambahkan PKK merupakan lembaga keluarga dari akar rumput, di mana kesejahteraan keluarga bermula. Karena itu menurutnya, seluruh keluarga di Aceh dapat bersama-sama mencegah bertambahnya jumlah penyintas thalassemia di Aceh dengan cara melakukan screening sebelum menikah.

Dyah menambahkan, hal tersebut harus menjadi perhatian agar tidak lahir lagi anak-anak dengan penyakit thalassemia, sehingga anak-anak Aceh di masa mendatang lahir dalam keadaan sehat. |rel/dec|

Editor:
Sponsored:
Loading...