Breaking News

70 Persen Kakao Aceh di ‘Ekspor’ ke Medan

70 Persen Kakao Aceh di ‘Ekspor’ ke MedanFOTO: Istimewa
Jemur Kakao

Banda Aceh,BERITAMERDEKA.net - Selama ini Provinsi Aceh yang dikenal sebagai salah satu penghasil kakao (coklat) di Indonesia, namun masih mengalami kendala dalam pemasarannya di tingkat lokal.

Akbatnya, diperkirakan ada sekira 70 persen hasil kakao dari Aceh terpkasa di ekspor ke Medan, Sumatera Utara. Kondisi itu berkaitan dengan ketiadaan mesin processing atau pengolah biji kakao (cokelat) di Aceh.

Menurut Anwar, seorang pebisnis Kakao di Aceh, ketiadaan mesin processing biji kakao di Aceh telah menyebabkan sebagian besar komoditas tersebut mengalir ke luar daerah. Diperkirakan, ada 70 persen cokelat asal Aceh terutama Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya mengalir ke Medan.

“Pemerintah Aceh seharusnya sudah sejak dini mendukung dunia usaha dalam upaya meningkatkan hasil bagi para petani cokelat di Pidie dan Pidie Jaya khsusunya dan Provinsi Aceh pada umumnya,“ katanya.

Hal sama diakui Ketua Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Aceh H Makmur Budiman, yang menyebutkan, akibat ketiadaan mesin processing biji kakao di Aceh telah menyebabkan sebagian besar komoditas tersebut mengalir ke luar daerah terutama Medan.

Seorang pengamat dan tokoh pertanian Aceh HT Iskandar juga menyebutkan, prospek kakao di Aceh sebenar sudah cukup bagus, terutama yang dihasilkan di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya.

Di kedua daerah itu, kata Mantan Kepala Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Aceh, cukup bagus prospeknya. Di mana rata-rata produksi sekira 2 ton per hektarenya. Tapi, akibat ketiadaan mesin processing biji kakao di Aceh telah menyebabkan sebagian besar komoditas tersebut mengalir ke luar daerah terutama Medan.

Wakil Bupati Pidie Jaya, H Said Mulyadi SE MSi menyatakan, Pemkab Pidie Jaya siap bekerjasama dengan instansi dan lembaga terkait lainnya dalam memajukan dan membina para petani, asalkan programnya jelas dan memberikan keuntungan bagi masyarakat.

Pidie Jaya, sebutnya, merupakan salah satu daerah penghasil komoditas di Aceh, diantaranya seperti coklat, pisang barangan, dan cabai. Said Mulyadi berharap adanya dukungan penuh dari kalangan dunia usaha. Bila itu terwujud, dia yakin 3 atau 4 tahun ke depan, Pidie Jaya akan mampu bersaing dengan Pulau Jawa.

“Kita berharap dunia usaha jangan hanya memikirkan tender, tapi harus memiliki kreasi lain dalam menggenjot perekonomian di Pidie Jaya,”  pungkasnya.| Rusli Ismail |

Sponsored:
Loading...
Sponsored:
Loading...