Breaking News

Bank Aceh

50 Pengunjung Warung Kopi Kena Razia Rapid Test, Ini Hasilnya..

50 Pengunjung Warung Kopi Kena Razia Rapid Test, Ini Hasilnya..
Penikmat kopi

Banda Aceh, BERITAMERDEKA.net–Sebanyak 50 pengunjung warung kopi di sejumlah lokasi di Kota Banda Aceh, terkena razia rapid test.

Program itu merupakan kebijakan Pemerintah Aceh dan Kota Banda Aceh dibantu TNI-Polri, guna melakukan rapid test terhadap pengunjung dan pekerja di sejumlah warung kopi di kota itu, Sabtu 18 April 2020 malam.

Kegiatan, semacam razia dilakukan dalam upaya mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh Hanif mengatakan, warung kopi merupakan tempat yang lazim terjadi kerumunan masyarakat.

Dari lima warkop yang didatangi tim penanganan Covid 19, jelas Hanif, sekitar 50 dilakukan rapid test sebagai sampel. "Alhandulillah, semuanya negatif, tidak ada yang kita bawa ke rumah sakit," ungkapnya.

Sehingga, pelaksanaan rapid test perlu dilakukan guna mendeteksi apakah ada di antara kerumunan massa tersebut ada yang terindikasi terjangkit Covid-19.

”Jika hasil rapid test-nya positif, orang tersebut akan kami bawa ke rumah sakit untuk dilakukan swabtenggorokan untuk mendiagnosis orang tersebut terinfeksi Covid-19 atau tidak,” kata Hanif.

Pelaksanaan rapid test tersebut dilakukan di empat warung kopi (warkop), yaitu, Mahdan Kupi di Gampong Cot Mesjid, Dhapu Kupi di Simpang Surabaya, Zakir Kupi di Gampong Ateuk Pahlawan, dan Ponten Coffee di Peunayong. Dalam kegiatan tersebut seluruh pekerja warkop dan pengunjung diwajibkan untuk menjalani rapid test Covid-19 yang dilakukan petugas kesehatan yang menggunakan APD.

Pada kesempatan tersebut, tim gugus tugas dibantu TNI-Polri dan Satpol PP WH juga melakukan sosialisasi pencegahan virus korona dengan mengimbau masyarakat menjalankan physical distancing, memakai masker, mencuci tangan, dan tidak berada dikerumunan.

Wakil Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Aceh Dyah Erti Idawati mengatakan, ada 3.000 rapid test yang disediakan untuk Kota Banda Aceh. Pelaksanaan rapid test akan dilakukan secara berkala dan diprioritaskan untuk petugas kesehatan, orang dalam pemantauan (ODP), dan pengunjung di tempat keramaian.
”Kami juga mengimbau kepada pelanggan warung kopi untuk melakukan take away saja dan dibawa pulang, supaya tidak terpapar virus korona di tempat ramai,” harap Dyah. | tum |

Sponsored:
Loading...