Breaking News

40 Persen Warga Pijay Buang Hajat di Sungai

40 Persen Warga Pijay Buang Hajat di SungaiFOTO: Rusli Ismail
Warga BAB ke jamban sungai

Meureudu, BERITAMERDEKA.net - Diperkirakan sekira 40 persen warga Kabupaten Pidie Jaya, khususnya yang tinggal di pedesaan tidak memiliki jamban keluarga. Akibatnya, mereka buang air besar sembarang dan beresiko menimbulkan penyakit menular.

Informasi ini diperoleh BERITAMERDEKA.net dari pegiat atau petugas kesehatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, Selasa (23/6).

Berdasarkan data tersebut, diperlukan suatu gerakan kebersihan baik di kota maupun di kecamatan hingga pelosok desa. Hal itu untuk menghentikan warga buang air besar secara sembarangan terutama di depan halaman rumah yang kebetulan dialiri selokan air atau ke sungai dan semak-semak. 

Kondisi tersebut terutama dilakukan penghuni rumah panggung karena di dalam rumahnya tidak tersedia jamban keluarga. Mengantisipasi hal ini perlu dilakukan gebrakan jajaran terkait sehingga diharapkan satu dua tahun ke depan semua warga sudah memiliki WC (jamban keluarga).

Gerakan kebersihan yang akan dilakukan diharapkan, bukan saja menyangkut pembangunan sanitasi. Tapi masalah air limbah, drainase, persampahan dan lainnya ikut menjadi perhatian yang rentan menimbulkan penyakit. 

Pantauan BERITAMERDEKA.net dan keterangan beberapa sumber menyebutkan, ribuan jiwa warga yang tinggal di pedalaman di semua kecamatan daerah itu, hingga saat ini masih menggunakan air sungai (krueng) untuk mandi dan cuci serta kakus.

“Pola kehidupan tersebut sudah berlangsung lama sejak nenek moyang mereka, namun sampai saat ini belum ada alternatif dari pemerintah daerah mengatasinya dengan penyediaan air bersih serta kakus umum,“ kata Zakaria, seorang tokoh masyarakat di Meureudu.

Ia mencontohkan, sekarang Sungai (Krueng) Beuracan mulai tercemar karena di bagian hulunya sudah terkontaminasi galian C serta pengambilan material dengan menggunakan alat berat beco.

Sementara di sisi lain kebutuhan primer air bersih dan WC umum masyarakat yang dipenuhi, jika tak terpenuhi dikhawatirkan kehidupan masyarakat di Kemukiman Beuracan itu terancam terjangkit berbagai penyakit.

Untuk memenuhi air bersih dan jaringan sanitasi warga tersebut, salah satunya Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya harus menyediakan jaringan air bersih dan WC umum yang layak.

Kondisi warga di Kemukiman Beuracan itu setiap hari masih menggunakan air sungai untuk mandi, cuci dan lainnya sehingga setiap pagi, siang, dan sore di pinggiran sungai kerap dipenuhi masyarakat.

Hal sama juga terjadi kawasan lain seperti Krueng Meureudu, Kiran, Alue Keutapang, Jangka Buya dan Bandar Dua. Di Kabupaten Pidie juga terjadi hal serupa seperti Krueng Tiro dan lainnya, di mana masyarakat masih sangat tergantung dengan keberadaan air sungai untuk berbagai keperluan/kebutuhan MCK.| Rusli Ismail |  

Sponsored:
Loading...
Loading...