Breaking News

20 Tahun Masyarakat Menanti 2 Jembatan di Geumpang Tak Kunjung Diperbaiki

20 Tahun Masyarakat Menanti 2 Jembatan di Geumpang Tak Kunjung Diperbaiki

Pidie, BERITAMERDEKA.net - Sudah Empat Bupati di Kabupaten Pidie, dua jembatan di Kecamatan Geumpang tak kunjung diperbaiki. Dua jembatan yang dimaksud yaitu Jembatan Gampong Leupu dan Jembatan Gampong Pucok.

Jembatan di dua desa ini, dibangun pada masa darurat militer oleh pasukan Zeni TNI sebagai sarana untuk menghubungkan Gampong Leupu dan Gampong Pucok dengan pusat kota. Karena dibangun dalam situasi darurat, rangka baja sebagai fondasi jembatan lebih bersifat sementara.  Sedangkan lantai jembatan menggunakan kayu.

Keberadaan jembatan itu sangat penting bagi warga yang tinggal di Gampong Leupue dan Pucok. “Jembatan inilah sarana yang menghubungkan desa kami dengan desa luar,” kata Keuchik Leupue, Muhammad Isa, Kamis (25/11/2021).

Tanpa hadirnya jembatan itu,  maka warga Leupue dan warga Pucok tidak akan bisa keluar dari desa mereka.

Jembatan yang sudah banyak kerusakan disana-sini, akibat termakan usia. Terlihat lantai dari kayu yang bolong. Lalu, rangka baja yang menjadi pilar jembatan, diduga tidak kokoh lagi.

Namun karena jembatan itu merupakan satu-satunya akses penghubung desa, warga tetap menggunakan jembatan tersebut. Ironisnya, jembatan itu bukan hanya dilalui sepeda motor dan pejalan kaki, tapi juga mobil angkutan dan mobil pribadi. Akibatnya warga harus ekstra hati-hati saat melintas di jembatan itu.

“Sudah ada yang jatuh saat melintas menggunakan sepeda motor di jembatan itu. Kami warga setempat harus bergotong royong menyelamatkanya. Beruntung dia tidak meninggal, tapi sepeda motornya hancur karena jatuh dari ketinggian enam meter ke dasar sungai,” kata Syamsir, warga Leupue.

Kondisi serupa juga dialami warga Pucok. Jembatan utama di desa itu, rusak berat karena belum pernah diperbaiki. Selama ini perbaikan seadanya terpaksa dilakukan warga desa dengan menggunakan  dana masyarakat.

Warga Leupue dan warga Pucok telah berkali-kali menyampaikan permohonan kepada Pemerintah Kabupaten Pidie untuk memperbaiki jembatan itu.

“Namun mereka hanya berjanji tanpa pernah menepati janjinya.” Kata Keucik Pucok, Syamsuar, di tempat terpisah.

Maka itu, melalui tim Forum LSM Aceh yang kebetulan melakukan pemetaan sosial di desa itu, beberapa waktu  lalu, warga berharap agar Forum LSM menyampaikan keluh kesah soal jembatan yang rusak itu. Mereka berharap Pemerintah Provinsi bisa turun tangan, sebab Pemerintah Pidie sejauh ini terkesan hanya diam.

“Kami tidak tahu lagi harus mengadu ke mana. Di tingkat Kabupaten tidak didengarkan, sekarang kami berharap di tingkat provinsi. Padahal jembatan ini sangat berarti bagi kami. Apakah Bupati dan Gubernur Aceh masih akan menunggu korban lain yang jatuh dari jembatan itu?” kata Rafli, salah seorang warga Leupue dengan nada kesal.

Menanggapi keluhan masyarakat itu, Sekjen Forum LSM Sudirman mengaku akan menyampaikan keluh kesah itu, ke Bupati Pidie dan pejabat terkait. Namun keputusan tentunya ada di Pemerintah Daerah, sebab Forum LSM hanya sebagai hambatan yang menyuarakan kepentingan masyarakat. | Andri Syahputra |

Editor:
Sponsored:
Loading...